Nicky Aulia Widadio
16 Agustus 2021•Update: 18 Agustus 2021
JAKARTA
Pemerintah Indonesia menargetkan untuk mencapai penyuntikan 100 juta dosis vaksin Covid-19 pada akhir Agustus 2021.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan Indonesia telah menyuntikkan lebih dari 83 juta dosis vaksin sejauh ini, yang terdiri dari 54,67 juta dosis pertama dan 28,94 juta dosis kedua hingga Senin.
Menurut Budi, penyuntikan 50 juta dosis vaksin pertama dapat dicapai dalam kurun 27 minggu sejak program vaksinasi Covid-19 dimulai pada 13 Januari 2021.
“Saya diberi target oleh presiden, bisa enggak tujuh minggu untuk 50 juta dosis berikutnya. Kita sedang bekerja keras mencapai 100 juta dosis pada bulan ini,” kata Budi melalui konferensi pers virtual, Senin.
Indonesia kini menjadi negara kesembilan dengan penyuntikan dosis vaksin Covid-19 terbanyak di dunia dan Budi meyakini program vaksinasi dapat selesai lebih cepat dibanding prediksi sejumlah pihak.
Menurut dia, hal ini menjawab “keraguan” dari riset Bloomberg pada awal 2021 yang menyebutkan butuh waktu 10 tahun atau lebih bagi Indonesia untuk menyelesaikan program vaksinasi.
“Kita mungkin tidak sebodoh itu untuk bisa menyelesaikan vaksinasi ini dengan lebih cepat. Kita sempat (menyuntikkan) 1,6 juta dosis per hari, belum seperti yang bapak presiden inginkan tapi Insya Allah dengan kerja keras kita bisa capai,” ujar dia.
Budi juga menargetkan progres vaksinasi akan berjalan lebih cepat mengingat dalam bulan-bulan ke depan mengingat suplai vaksin yang datang pada Agustus ini berjumlah 70 juta dosis.
Suplai vaksin yang datang itu jauh lebih banyak dibandingkan sebelumnya, di mana hanya 90 juta dosis yang datang selama Januari-Juli 2021 dari total kebutuhan Indonesia sebanyak 426 juta dosis untuk memvaksinasi 208,26 juta penduduk.
—13,9 persen penduduk terima vaksin lengkap
Meski Budi mengklaim jumlah penyuntikan dosis vaksin di Indonesia merupakan salah satu yang terbanyak di dunia, data Kementerian Kesehatan menunjukkan baru 13,9 persen penduduk menerima vaksin lengkap hingga Senin.
Jumlah tersebut berarti baru 28,94 juta orang yang telah menerima dua dosis vaksin dari target sebanyak 208,26 juta penduduk untuk mencapai kekebalan kelompok (herd immunity).
Data dari John Hopkins University juga menunjukkan bahwa cakupan populasi yang telah divaksin penuh di Indonesia masih di bawah rata-rata global yang berkisar 25 persen dari populasi di suatu negara.
Sejumlah negara di Asia Tenggara memiliki cakupan vaksinasi yang lebih tinggi dibandingkan Indonesia apabila dilihat dari persentase populasinya yakni Singapura (73,1 persen), Kamboja (43,98 persen), Malaysia (33,6 persen), dan Laos (20,3 persen).
Sementara itu, data lainnya dari Our World in Data juga menunjukkan bahwa meski Indonesia termasuk ke dalam 10 besar negara yang paling banyak menyuntikkan dosis vaksin di dunia, namun cakupan populasi yang telah mendapatkan vaksinasi lengkap masih di bawah 15 persen hingga 15 Agustus 2021.