Rhany Chairunissa Rufinaldo
08 April 2019•Update: 08 April 2019
Ahmet Gurhan Kartal
LONDON
Inggris pada Minggu mengutuk rencana Israel soal permukiman baru di Tepi Barat yang diduduki.
“Inggris mengecam keras langkah pemerintah Israel pada 5 April soal rencana dan tender untuk unit permukiman yang lebih banyak di Tepi Barat,” kata Mark Field, penjabat menteri untuk Timur Tengah, dalam sebuah pernyataan.
Field mengatakan rencana permukiman baru itu menyusul pengumuman tentang pembangunan lebih lebih dari 2.000 unit tempat tinggal, Desember.
"Permukiman itu ilegal di bawah hukum internasional dan merusak kelayakan fisik dari solusi dua negara," ujar dia.
Field mendesak Israel untuk menghentikan tindakan kontraproduktif, dan meminta semua pihak untuk berkomitmen untuk mengurangi ketegangan saat ini dan menciptakan lingkungan yang tepat untuk perdamaian yang adil dan abadi.
Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berjanji untuk mencaplok wilayah Tepi Barat yang diduduki jika dia memenangkan pemilihan umum pada 9 April.
"Kami akan memastikan bahwa kami bertanggung jawab di lapangan. Dan kami akan memberlakukan kedaulatan atas pemukiman di Yudea dan Samaria [Tepi Barat]," kata Netanyahu dalam sebuah wawancara dengan televisi Israel, Sabtu.
Dalam wawancara terpisah pada Minggu, dia mengatakan unit perumahan baru akan ditambahkan ke pemukiman.
"Kami akan terus mengendalikan seluruh wilayah barat Sungai Yordania," kata Netanyahu, merujuk pada Tepi Barat yang diduduki.
Saat ini, sekitar 650.000 pemukim Yahudi menempati lebih dari 100 permukiman di Tepi Barat yang diduduki Israel dan Yerusalem Timur.
Hukum internasional memandang Tepi Barat dan Yerusalem Timur sebagai "wilayah pendudukan" dan menganggap semua aktivitas pembangunan permukiman Yahudi di sana ilegal.
Sementara itu, Palestina, menginginkan kedua wilayah itu - bersama dengan Jalur Gaza - menjadi bagian dari negara Palestina di masa depan.