Muhammad Enes Calli
17 Februari 2025•Update: 18 Februari 2025
ISTANBUL
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer pada Minggu mengatakan bahwa dia "siap dan bersedia" untuk mengerahkan pasukan Inggris ke Ukraina untuk menegakkan kesepakatan damai.
"Saya tidak mengatakan itu dengan enteng. Saya merasa sangat bertanggung jawab atas kemungkinan menempatkan prajurit pria dan wanita Inggris dalam bahaya," tulisnya dalam sebuah artikel untuk The Telegraph.
"Tetapi peran apa pun dalam membantu menjamin keamanan Ukraina berarti membantu menjamin keamanan benua kita, dan keamanan negara ini," tambahnya.
Berakhirnya perang Ukraina, "ketika tiba, tidak bisa hanya menjadi genjatan senjata sementara sebelum (Presiden Rusia Vladimir) Putin menyerang lagi," kata Starmer.
"Namun yang kedua, sementara negara-negara Eropa harus maju pada momen ini – dan kami akan melakukannya – dukungan AS akan tetap penting dan jaminan keamanan AS sangat penting untuk perdamaian abadi, karena hanya AS yang dapat menghalangi Putin untuk menyerang lagi," tambahnya.
Starmer mengatakan dia akan bertemu dengan Presiden AS Donald Trump dalam beberapa hari mendatang dan bekerja sama dengannya, bersama dengan semua negara G7, untuk mengamankan "kesepakatan kuat" yang mereka butuhkan.
"Kita harus tegas bahwa perdamaian tidak dapat dicapai dengan cara apa pun. Ukraina harus hadir dalam perundingan ini, karena apa pun yang kurang dari itu akan menerima posisi Putin bahwa Ukraina bukanlah negara yang sebenarnya," katanya.
Starmer menambahkan bahwa Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dan rakyat Ukraina telah menunjukkan "ketahanan" yang luar biasa dan melakukan "pengorbanan" yang sangat besar dalam membela negara mereka.
"Kita tidak boleh mengalami situasi seperti Afghanistan, di mana AS bernegosiasi langsung dengan Taliban dan menyingkirkan pemerintah Afghanistan. Saya yakin Presiden Trump juga ingin menghindari situasi ini," imbuh dia.
Starmer mengatakan bahwa jalan Ukraina menuju keanggotaan NATO "tidak dapat diubah," dan juga menekankan bahwa negara-negara Eropa harus meningkatkan anggaran pertahanan dan mengambil "peran yang lebih besar" dalam aliansi tersebut.