Diyar Guldogan
08 November 2017•Update: 08 November 2017
Diyar Guldogan
ANKARA
Menteri-menteri pertahanan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) akan mendiskusikan struktur komando sekutu, Korea Utara dan Afghanistan, kata Sekretaris Jenderal Jens Stoltenberg, Selasa.
Jelang pertemuan dua hari yang dimulai hari ini, Stoltenberg berkata, struktur komando NATO adalah "tulang punggung" sekutu.
"Selama beberapa dekade terakhir, NATO terus-menerus menyesuaikan Struktur Komando sesuai dengan kondisi keamanan. Di zaman yang serba tidak bisa diprediksi, kami harus terus beradaptasi," ujar Jens Stoltenberg.
Stoltenberg mengatakan, NATO harus memastikan struktur komandonya sepenuhnya mampu memberikan pertahanan di dalam negeri dan stabilitas di luar negeri.
"Kami juga akan menyesuaikan struktur komando untuk mengenali domain siber. Serangan tingkat tinggi, seperti virus WannaCry, telah merugikan bisnis dan pemerintah di seluruh dunia," tambah dia.
Mengenai Korea Utara, Stoltenberg mengatakan, program rudal balistik dan nuklirnya menjadi ancaman bagi sekutu, mitra, dan rezim non-proliferasi internasional.
"Seperti yang saya perhatikan selama kunjungan ke Asia Timur pekan lalu, ancaman berskala global juga membutuhkan respon global. NATO punya kemampuan dan solusi untuk menghadapi setiap agresi," tegas Stoltenberg.
Stoltenberg mengatakan bahwa NATO akan meninjau kembali misi dukungannya di Afghanistan.
"Pekan lalu kami menghadapi situasi sulit, namun secara bersamaan, pasukan keamanan Afghanistan telah menunjukkan keberanian, tekad, dan kemampuan. Warga Afghanistan terus menunjukkan ketahanannya dan harapan untuk perdamaian," kata dia.
Ia menegaskan kembali bahwa NATO akan terus mendukung Afghanistan dalam upayanya melawan terorisme internasional dan untuk perdamaian dan rekonsiliasi.