Seyit Şamil Kurt
12 April 2026•Update: 12 April 2026
Badan intelijen Amerika Serikat menilai China kemungkinan meningkatkan keterlibatannya dalam perang Iran, termasuk melalui potensi pengiriman material terkait militer, menurut laporan media pada Sabtu.
The New York Times, mengutip pejabat AS, melaporkan bahwa intelijen Amerika memperoleh indikasi China mungkin telah mengirim rudal panggul atau MANPADS (man-portable air-defense systems) ke Iran. Namun, informasi tersebut disebut belum pasti dan belum ada bukti senjata tersebut digunakan dalam konflik.
Penilaian intelijen AS juga menyebut Beijing memungkinkan sejumlah perusahaan memasok bahan penggunaan ganda, seperti bahan kimia, bahan bakar, dan komponen yang dapat mendukung produksi militer Iran.
Kemungkinan pengiriman tersebut menimbulkan kekhawatiran di Washington karena dapat menandai perubahan dari pendekatan hati-hati China selama ini dalam memasok peralatan militer secara langsung ke Teheran.
Laporan itu juga menyebut adanya diskusi internal di China terkait pengiriman senjata yang mencerminkan meningkatnya persepsi Beijing memiliki kepentingan dalam hasil konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel.
Secara terpisah, intelijen AS mengamati Rusia telah memberikan dukungan intelijen satelit kepada Iran untuk membantu penargetan, meskipun Moskow diyakini menghindari pengiriman perangkat keras militer secara langsung guna mencegah eskalasi dengan Washington.
China secara terbuka membantah tuduhan tersebut. Juru bicara Kedutaan Besar China di Washington menyebut klaim tersebut “tidak benar” dan mendesak AS untuk menghindari “tuduhan tanpa dasar.”
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump memperingatkan bahwa jika China benar-benar mengirim senjata ke Iran, maka negara tersebut akan menghadapi konsekuensi serius.
Perkembangan ini terjadi menjelang rencana pertemuan puncak antara Trump dan Presiden China Xi Jinping bulan depan, yang sebelumnya sempat tertunda akibat konflik di Iran.