Rhany Chairunissa Rufinaldo
29 Agustus 2019•Update: 29 Agustus 2019
Gozde Bayar
ANKARA
Irak mengecam Menteri Luar Negeri Bahrain Khalid bin Ahmed Al Khalifa yang membela serangan Israel terhadap Hashd al-Shaabi, kekuatan besar paramiliter Syiah.
"Kementerian Luar Negeri menolak dan mengutuk cuitan menteri luar negeri Bahrain tentang serangan baru-baru ini terhadap wilayah Arab dan Pasukan Mobilisasi Populer oleh musuh Zionis dengan dalih membela diri," kata sebuah pernyataan yang dirilis pada Kamis, merujuk pada nama umum untuk Hashd al- Shaabi.
Menurut pernyataan itu, Hashd al-Shaabi bertindak bersama dengan angkatan bersenjata Bahrain, polisi dan pasukan peshmerga untuk berperang melawan gerilyawan Daesh.
Pada Senin, Ahmed mengatakan dalam sebuah cuitan di Twitter bahwa serangan Israel terhadap Hashd al-Shaabi menegaskan hak negara untuk mempertahankan diri terhadap ancaman atau agresi.
"Jadi pihak yang menyerang dan menghancurkan tumpukan amunisi mereka tidak bisa disalahkan. Itu pembelaan diri,” tambah dia.
Sejumlah gudang amunisi unit Hashd al-Shaabi diserang pada 19 Juli hingga 25 Agustus lalu.
Kelompok paramiliter itu menuduh Israel berada dibalik serangan tersebut.
Presiden Irak Barham Salih mengatakan penyelidikan terhadap serangan udara sedang dilakukan.