Maria Elisa Hospita
01 November 2018•Update: 01 November 2018
Ali Jawad
BAGHDAD
Pemerintah Irak telah meluncurkan kampanye untuk membangun kembali gereja-gereja yang dihancurkan oleh kelompok teroris Daesh selama pendudukannya di kota Mosul, Irak.
"Pemerintah lokal akan merekonstruksi puluhan gereja yang dihancurkan oleh Daesh dan memulangkan orang-orang Kristen yang telantar kembali ke Mosul," kata Gubernur Nuhfa Nawfal al-Aakoub lewat sebuah pernyataan hari Rabu.
Al-Aakoub menambahkan bahwa rekonstruksi Gereja Al-Tahira, gereja tertua dan terbesar di kota Niniwe, akan segera dimulai.
Younadim Kanna, pemimpin blok Al Rafidain yang mewakili umat Kristen Irak di Parlemen Irak, mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa sekitar 15 gereja dan biara di Mosul telah dihancurkan oleh Daesh.
"Ada 40 gereja yang hancur karena serangan Daesh," tambah dia.
Umat Kristen mengungsi dari kota Mosul dan seluruh provinsi Niniwe pada 2014, ketika Daesh menguasai sebagian besar wilayah Irak.
Tahun lalu, para pejabat Irak menyatakan bahwa kehadiran militer Daesh di negara itu telah diberangus.
Namun, kelompok itu tampaknya masih mempertahankan kehadirannya di sejumlah area dan masih melancarkan perlawanan ke pasukan keamanan Irak.