Selen Temizer
10 Januari 2018•Update: 11 Januari 2018
Selen Temizer
ANKARA
Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu meminta pemerintah Iran dan Rusia untuk memenuhi tanggung jawab mereka sebagai negara penjamin di Suriah, Rabu.
"Iran dan Rusia harus memenuhi tanggung jawabnya [sebagai negara penjamin] di Suriah," kata Cavusoglu di Kantor Pusat Anadolu Agency di Ankara.
Cavusoglu memberikan pernyataan tersebut sebagai reaksi atas serangan rezim Bashar al-Assad terhadap kelompok oposisi moderat di bagian barat laut kota Idlib.
Ia mengatakan, pasukan rezim Suriah menargetkan kelompok oposisi "dengan dalih memerangi kelompok teroris Al-Nusra".
"Jika Anda penjamin –dan mereka adalah penjamin- Anda harus menghentikan rezim. Ini bukan hanya serangan udara sederhana. Rezim bergerak maju di Idlib. Tujuannya berbeda," tambah Cavusoglu.
Cavusoglu memperingatkan bahwa tindakan semacam itu akan merusak proses perdamaian di Suriah.
Dia menggarisbawahi bahwa Turki adalah penjamin oposisi moderat.
Menteri luar negeri menambahkan, tidak tepat untuk memborbardir seluruh kota hanya karena ada beberapa teroris yang bersembunyi di sana.
"Jika ada sebuah organisasi teroris di sebuah tempat, kelompok-kelompok tersebut ditentukan, lokasi mereka ditentukan. Harus dilakukan operasi secara hati-hati harus dengan sumber intelijen dari lapangan atau dengan teknologi, "tambah dia
Kementerian Luar Negeri Turki pada Selasa memanggil Duta Besar Rusia dan Iran menyusul serangan rezim Bashar al-Assad di kota Idlib di Suriah.
Perang sipil di Suriah dimulai ketika rezim Bashar al-Assad mulai menindak keras demonstrasi pro-demokrasi pada awal 2011.
Sejak saat itu, ratusan ribu warga sipil tewas dan jutaan lainnya terpaksa melarikan diri dan mengungsi, menurut pejabat PBB.