Alex Jensen
10 Januari 2018•Update: 11 Januari 2018
Alex Jensen
SEOUL
Korea Utara kembali membuka saluran komunikasi militer dengan Korea Selatan pada Selasa.
Menurut kantor berita Yonhap yang mengutip seorang pejabat pemerintah Korea Selatan, saluran komunikasi tersebut mulai berfungsi penuh pada Rabu pagi.
Langkah tersebut menandai kemajuan yang dibuat oleh kedua negara Korea dalam pertemuan formal pertama mereka selama lebih dari dua tahun.
Perwakilan kementerian berkumpul di zona demiliterisasi, desa Panmunjom, pada Selasa pagi, untuk merundingkan usulan Korea Utara untuk berpartisipasi dalam Olimpiade Musim Dingin 2018 di Korea Selatan bulan depan.
Korea Utara telah mengusulkan untuk mengirim delegasi pejabat senior dan atlet ke PyeongChang 2018, sementara Korea Selatan mengusulkan untuk menggelar perundingan demi mengurangi kemungkinan terjadinya konflik di perbatasan.
Pernyataan bersama yang dikeluarkan setelah perundingan tersebut menegaskan bahwa Korea Utara telah menerima usulan Korea Selatan untuk mengadakan dialog militer.
Korea dapat mengatur pertemuan mereka melalui saluran komunikasi militer yang sempat diputus pada 2016 karena konflik bilateral.
Dalam pidato perayaan Tahun Baru, pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un menghentikan ancaman nuklir ke Korea Selatan, dengan menawarkan dialog antara kedua belah pihak.
Seoul dan Washington juga telah sepakat untuk menunda latihan militer gabungan hingga Paralimpiade Musim Dingin berakhir.
Amerika Serikat pun menanggapi perundingan Utara-Selatan dengan mengatakan bahwa pihaknya menyambut baik perkembangan tersebut, dan Washington akan tetap menjalin hubungan dengan pejabat Korea Selatan, yang akan memastikan bahwa partisipasi Korea Utara di Olimpiade Musim Dingin tidak akan melanggar sanksi yang diberlakukan oleh Dewan Keamanan PBB terhadap program rudal nuklir dan balistik Korea Utara.
"AS berkomitmen untuk mewujudkan Olimpiade Musim Dingin yang aman dan sukses. AS akan mengirim delegasi kepresidenan ke Olimpiade," kata juru bicara Departemen Luar Negeri Heather Nauert lewat sebuah pernyataan.