Muhammad Abdullah Azzam
15 Januari 2019•Update: 15 Januari 2019
Mustafa Melih Ahıshalı
ISTANBUL
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Behram Qasimi mengatakan pada konferensi pers di Teheran bahwa Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo melakukan kunjungan ke Timur Tengah bukan dengan niat yang baik.
“Mereka menginginkan ketegangan dan kekacauan di wilayah tersebut,” ujar Qasimi.
Qasimi berkata, “Mereka mendukung rezim penjajah Yerusalem (Israel), merusak negara-negara Islam.”
Dengan kunjungan itu, kata Qasimi, Pompeo berusaha menyebarkan rasa permusuhan terhadap Iran.
Selain itu, mengenai mekanisme pembayaran khusus yang dikembangkan oleh Uni Eropa (UE) terhadap sanksi AS pada Iran, Qasimi menuturkan bahwa kini Uni Eropa tak dapat bertahan terhadap tekanan dari AS.
"UE tidak memiliki prasarana untuk menerapkan mekanisme khusus keuangan Uni Eropa atau Special Purpose Vehicle (SPV). Tekanan dari AS sangat kuat,” ungkap Qasimi.
“AS akan melakukan apa saja untuk mencegah implementasi SPV," lanjut dia.
Adapun keputusan Uni Eropa untuk menjatuhkan sanksi pada Iran, Qasimi menuturkan bahwa Iran pun akan akan melakukan tindakan setimpal.
Qasimi memperingatkan bahwa upaya negara-negara Eropa menjatuhkan sanksi terhadap Iran adalah langkah yang salah. Dia mengatakan Iran tak akan membiarkan begitu saja.
Pekan lalu, Uni Eropa memutuskan untuk menjatuhkan sanksi terhadap intelijen Iran dengan alasan bahwa mereka telah merencanakan pembunuhan di wilayah Eropa.