Maria Elisa Hospita
07 Agustus 2018•Update: 07 Agustus 2018
Ahmet Dursun
TEHRAN
Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan bahwa negaranya bersedia untuk berunding jika Amerika Serikat (AS) kembali ke perjanjian nuklir sebelumnya.
Dalam siaran televisi nasional pada Senin, dia menegaskan negosiasi dengan AS tak akan berarti apa-apa selama AS masih memberlakukan sanksi ke Iran.
"Tidak ada artinya mengajak negosiasi sementara sanksi masih ada," tandas presiden.
"Kami selalu siap untuk berunding, tetapi mereka harus kembali ke kesepakatan awal [perjanjian nuklir Iran]. Anda tidak bisa berunding selagi memberlakukan sanksi ke Iran," tambah Rouhani.
Mengenai hubungan Iran dengan Uni Eropa, Rouhani menyampaikan harapannya agar ada tindakan yang lebih nyata dari Eropa.
"Mitra kami di Eropa dan wilayah lain telah melakukan yang terbaik, namun kami mengharapkan tindakan yang lebih konkret dari mereka," kata dia lagi.
Sebelumnya, pada hari Senin, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan Washington mulai memberlakukan sanksi putaran pertama ke Iran.
Pada bulan Mei, Presiden AS Donald Trump menarik partisipasi AS dari perjanjian nuklir yang ditandatangani pada tahun 2015 antara Iran dan kelompok negara P5 + 1 (lima anggota permanen Dewan Keamanan PBB dan Jerman).
Pekan lalu, Trump mengatakan bahwa dia siap untuk mengadakan perundingan dengan Presiden Iran tanpa prasyarat.