Maria Elisa Hospita
16 Oktober 2020•Update: 16 Oktober 2020
Ahmet Dursun, Muhammet Kursun
ANKARA / TEHERAN
Rudal yang ditembakkan dari wilayah konflik Nagorno-Karabakh menghantam sebuah distrik di Provinsi Azerbaijan Timur, Iran, yang merupakan perbatasan selatan Azerbaijan-Armenia.
"Sepuluh rudal mendarat di dua desa di distrik Khudaferin dan melukai seorang warga sipil ketika rudal itu menghantam sebuah rumah," kata Ali Emiri Rad, gubernur distrik.
Iran pun mengeluarkan peringatan ke Armenia dan Azerbaijan pasca-insiden itu.
"Keamanan warga kami yang tinggal di daerah perbatasan adalah garis merah bagi angkatan bersenjata kami," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Saeed Khatibzadeh dalam sebuah pernyataan.
Hubungan antara dua bekas republik Soviet itu tegang sejak 1991, ketika militer Armenia menduduki Upper Karabakh atau Nagorno-Karabakh, wilayah Azerbaijan yang diakui secara internasional.
Bentrokan baru-baru ini meletus pada 27 September, dan sejak itu, Armenia terus melakukan serangan ke warga sipil dan pasukan Azerbaijan.
Turki mendukung hak Baku untuk mempertahankan diri dan menuntut penarikan pasukan pendudukan Armenia.
Pada Kamis, Kantor Kejaksaan Agung Azerbaijan mengatakan bahwa sedikitnya 43 warga sipil tewas dan 218 luka-luka dalam serangan baru Armenia.
Serangan juga menyebabkan 1.592 rumah, 79 apartemen, dan 290 bangunan umum rusak.
*Ditulis oleh Zehra Nur Duz