Astudestra Ajengrastrı
24 September 2018•Update: 24 September 2018
Muhammet Kursun
TEHERAN
Iran menyatakan Senin sebagai hari berkabung setelah serangan dalam parade militer yang menewaskan setidaknya 25 orang pada Sabtu.
Lebih dari 60 orang terluka dalam serangan yang terjadi di Ahvaz, sebelah barat daya Iran, di mana sejumlah pria berpakaian seragam militer menembaki pasukan Iran selama sekitar 10 menit, menurut kantor berita resmi Iran, IRNA.
Seorang wanita dan anak-anak, seorang jurnalis, dan anggota Garda Revolusioner Iran termasuk dalam korban yang tewas, ujar IRNA.
Menurut pernyataan yang dirilis oleh kantor kepresidenan Iran, pemakaman para korban akan diadakan pada hari berkabung. Pernyataan tersebut juga menyatakan duka cita kepada keluarga korban.
Juru Bicara Pasukan Garda Revolusioner Islam (IRGC) Ramezan Sharif berkata pada Sabtu, "Serangan ini dilakukan oleh beberapa elemen kelompok al-Ahvaziya, yang didukung oleh Arab Saudi, bertujuan untuk mengeruhkan kekuatan angkatan bersejata Iran yang ditunjukkan melalui parade ini."
Meski begitu, pada Sabtu, kelompok teror Daesh mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut melalui internet.
Front Popular Demokratis Ahwazi (ADPF) atau Al-Ahwazi pada Minggu menuduh Garda Revolusioner Iran melakukan serangan kepada diri mereka sendiri untuk menarik simpati.
Secara terpisah, otoritas Iran menutup "sementara" dua penyeberangan perbatasan mereka dengan Irak: Shalamjah (berbatasan dengan Provinsi Basra di Irak) dan Al-Shib (berbatasan dengan Provinsi Maysan di Irak).