Pizaro Gozali İdrus
16 Agustus 2018•Update: 17 Agustus 2018
YERUSALEM
Otoritas Israel telah menyetujui rencana untuk membangun 20.000 unit pemukiman baru di seluruh Yerusalem Raya, lapor media Israel Rabu.
Menurut Komite Penyiaran Israel, sebagian besar rumah dibangun di daerah yang diduduk Israel sejak Perang Timur Tengah 1967.
Proyek itu diperkirakan menelan biaya sekitar 1,4 miliar shekel Israel atau sekitar USD379 juta.
Yerusalem tetap menjadi jantung konflik Israel-Palestina di mana orang-orang Palestina berharap Yerusalem Timur -- yang sekarang diduduki oleh Israel -- dapat berfungsi sebagai Ibu Kota Palestina.
Hukum internasional terus memandang Tepi Barat dan Yerusalem Timur sebagai wilayah pendudukan dan menganggap semua aktivitas pembangunan permukiman Yahudi di atas tanah tersebut adalah ilegal.