Rhany Chairunissa Rufinaldo
31 Januari 2019•Update: 31 Januari 2019
Abdel Ra'ouf Daoud Abdel Ra'uof Arnaout dan Ali Semerci
YERUSALEM
Israel berencana untuk secara paksa memindahkan 36.000 Badui di wilayah Negev, wilayah selatan negara itu, kata sebuah pusat hukum Arab dan organisasi hak asasi manusia pada Rabu.
Adalah, Pusat Hukum untuk Hak-Hak Minoritas Arab di Israel, mengatakan dalam siaran pers bahwa Israel berencana untuk memindahkan orang-orang Badui, yang juga warga negara Israel, sehingga dapat memperluas area pelatihan militer dan mengimplementasikan proyek-proyek pembangunan ekonomi.
Rencana itu akan diterapkan pada 2020 dan akan berlangsung selama beberapa tahun.
Adalah mengatakan rencana pemindahan paksa ini melanggar hak-hak warga Badui di bawah hukum Israel dan hukum internasional, termasuk hak atas properti, martabat, kesetaraan, perumahan yang layak dan kebebasan untuk memilih tempat tinggal.
"Rencana itu membuktikan bahwa Otoritas Israel untuk Pengembangan dan Pemukiman Suku Badui di Negev secara terang-terangan mendiskriminasi penduduk Badui dan menganggap mereka sebagai hambatan yang harus dihilangkan untuk membersihkan jalan bagi pemukiman Yahudi dan pembangunan," ujar lembaga itu.
Selain itu, Adalah juga menekankan bahwa pemerintah Israel berencana untuk memindahkan mereka ke kota-kota yang dilanda kemiskinan di daerah lain di Negev.
"Untuk membuat Negev menjadi kota Yahudi, otoritas Israel menerapkan rencana ekonomi dan militer yang tidak dimaksudkan untuk melayani orang Badui dan mengabaikan keberadaan mereka," kata pengacara Myssana Morany, koordinator unit hak dan tanah Adalah.
Morany menambahkan bahwa Badui Naqab akan membayar mahal untuk rencana ini, di mana komunitas mereka akan diusir, dihancurkan dan terpapar bahaya kesehatan dan lingkungan yang berpotensi mengancam jiwa.
Israel tidak memasok listrik dan air ke desa-desa di Negev atau mengakui kepemilikan tanah warga Palestina di daerah tersebut.
Di wilayah Negev, ada 38 desa Arab dengan total 85.000 populasi Badui yang tidak diakui pemerintah.
Pada Selasa, harian berbahasa Ibrani Yisrael Hayom mengatakan Menteri Pertanian Israel Uri Ariel telah meluncurkan rencana besar untuk mengusir sekitar 36.000 warga Badui Palestina dari desa-desa mereka di Negev yang tidak diakui.