Maria Elisa Hospita
10 Juli 2018•Update: 10 Juli 2018
Abdel Raouf Arnaout
YERUSALEM
Pemerintah Israel pada Senin memberlakukan sanksi baru di Jalur Gaza yang diblokade, termasuk pembatasan distribusi barang di wilayah lepas pantai Gaza, di mana para nelayan Palestina diizinkan untuk berdagang.
Menurut pernyataan yang dirilis oleh militer Israel, jalur penyeberangan Kerem Shalom akan ditutup sebagai tanggapan atas "serangan layang-layang" oleh para aktivis Palestina.
Barang yang masuk ke wilayah itu harus melalui berbagai hambatan birokrasi, sementara ekspor komoditas yang diproduksi secara lokal akan menjadi lebih sulit.
Bantuan kemanusiaan, termasuk makanan dan obat-obatan, akan dibebaskan dari pembatasan, meskipun tetap memerlukan persetujuan dari tentara.
Pernyataan itu tidak menyebutkan berapa lama jalur perlintasan Kerem Shalom -- yang berfungsi sebagai jalur penyeberangan komersial di Gaza -- akan ditutup.
Para ahli ekonomi Palestina mengecam langkah itu karena akan memperburuk situasi kemanusiaan Gaza yang sudah memprihatinkan.
“Keputusan ini sungguh membahayakan; itu akan berakibat serius," kata Mazen al-Ajlah, seorang ekonom Palestina kepada Anadolu Agency. "Penduduk Gaza akan kesulitan beradaptasi dengan hambatan baru yang hanya akan mengurangi standar hidup di Gaza ini," tambah dia.
"Ada banyak barang di Pelabuhan Ashdod [Israel] yang menunggu untuk masuk ke Gaza. Keputusan Israel ini akan menghalangi masuknya barang-barang tersebut," ujar Maher Tabaa, direktur hubungan masyarakat di Kamar Dagang Gaza.
Al-Tabaa juga menyerukan “intervensi dari komunitas internasional untuk menyelamatkan Gaza”.
Selama beberapa pekan terakhir, aktivis Palestina telah menerbangkan layang-layang dan balon di wilayah Israel sebagai bagian dari unjuk rasa yang berlangsung di dekat pagar pembatas Gaza-Israel.
Sejak unjuk rasa dimulai pada 30 Maret, setidaknya 137 demonstran Palestina telah tewas -- dan ribuan lainnya terluka -- karena ditembak tentara Israel.
Mereka menuntut "hak pulang" ke kampung halaman mereka di Palestina. Mereka juga menuntut diakhirinya blokade Israel di Jalur Gaza, yang telah melumpuhkan perekonomian di wilayah itu.