Qais Abu Samra, Ali H. M.Abo Rezeg
07 Januari 2018•Update: 08 Januari 2018
Qais Abu Samra, Ali H. M.Abo Rezeg
RAMALLAH
Otoritas Energi Palestina mengabarkan Israel akan melanjutkan pasokan listrik ke Jalur Gaza.
Dalam sebuah pernyataan pihak berwenang yang dirilis hari ini, dikatakan bahwa 50 megawatt listrik akan dipasok ke Gaza oleh pihak berwenang Israel mulai hari ini.
Langkah tersebut dilakukan setelah pemerintah Palestina yang berbasis di Ramallah memutuskan untuk melanjutkan pembayaran listrik yang dikirim ke wilayah pantai yang diblokade tersebut setelah dipangkas pada 2017 sebelumnya, pada pekan lalu.
Hingga Sabtu, sistem pasokan listrik di Gaza beroperasi hanya 3-4 jam per hari.
Dengan kembalinya suplai ini, kapasitas listrik di Gaza meningkat menjadi sekitar 210 megawatt, mewakili 46 persen kebutuhan aktual 450 MW dengan tingkat operasional harian 7 jam.
April lalu, pemerintah Palestina berhenti membayar pasokan listrik ke Jalur Gaza, yang saat itu dijalankan oleh Hamas.
Rumah bagi lebih dari dua juta orang Palestina dan juga daerah kantong pantai yang diblokade Israel ini terus mengalami krisis listrik yang lambat laun melumpuhkan kehidupan setempat.
Kekurangan energi kronis telah memaksa pihak berwenang setempat untuk mengadopsi sistem ‘rotasi’ sementara.
Israel saat ini menyediakan Jalur Gaza dengan 120 megawatt listrik, sementara Mesir menyediakan 32 megawatt.
Otoritas Energi Palestina mengatakan pembangkit listrik yang berfungsi di Gaza mampu menghasilkan hanya 60 megawatt.