Astudestra Ajengrastrı
19 September 2018•Update: 19 September 2018
Anees Suheil Barghouti
YERUSALEM
Israel pada Selasa menyangkal bertanggung jawab menjatuhkan pesawat militer Rusia di teritori Suriah, kemudian menyalahkan rezim Assad karena insiden ini.
Melalui sebuah pernyataan, pasukan Israel menyatakan berduka atas kematian personil militer Rusia yang berada di dalam pesawat nahas yang ditembak oleh sistem anti-pesawat Suriah pada Selasa dini hari.
"Israel menunjuk rezim Assad, yang pasukan militernya menembak jatuh pesawat Rusia, bertanggung jawab penuh atas insiden ini," sebut pernyataan tersebut.
"Israel juga menunjuk Iran dan organisasi teror Hezbollah bertanggung jawab atas insiden menyedihkan ini," imbuh pernyataan itu.
Pada Selasa, pejabat-pejabat Rusia berkata tanggung jawab atas jatuhnya pesawat itu -- juga kematian ke-15 kru yang berada di dalamnya -- sepenuhnya di pundak Israel.
Namun menurut pasukan Israel, pesawat-pesawat perang Israel menargetkan fasilitas militer Suriah yang dipakai untuk memproduksi senjata yang dipakai oleh kelompok Hezbollah di Lebanon, sekutu rezim Assad.
Masih menurut pernyataan itu, senjata-senjata yang diproduksi di dalam fasilitas itu memberikan "ancaman yang tak bisa ditoleransi" terhadap keamanan Israel.
"Pasukan Israel dan Rusia memiliki sistem de-konflik... yang telah terbukti berjalan baik di tahun-tahun ini," tukas pernyataan tersebut.
"Sistem ini juga dipakai pada malam kemarin," tambahnya.
Angkatan bersenjata melanjutkan dengan berkata penyelidikan awal insiden ini menunjukkan tembakan sistem anti-pesawat yang tak akurat milik Suriah mengakibatkan pesawat milik Rusia jatuh.
"Saat pasukan Suriah meluncurkan rudal yang mengenai pesawat Rusia, jet-jet milik Pasukan Udara Israel sudah kembali ke wilayah udara Israel," tukas pernyataan itu.
"Peluru anti-pesawat Suriah asal menembak, dan dari yang kami pahami, tak mau repot-repot memastikan tidak ada pesawat Rusia sedang terbang," imbuhnya.
Pemerintah Israel, lanjut pernyataan itu, akan membagikan semua informasi yang relevan dengan Moskow, juga memastikan fakta-fakta terkait insiden ini.
Pada Selasa dini hari, Kementerian Luar Negeri Rusia mengumumkan bahwa Pesawat Militer Il-20 -- bersama 15 kru di dalamnya -- menghilang dari atas Laut Tengah.
Kementerian kemudian mengumumkan bahwa pesawat tersebut tak sengaja tertembak oleh sistem pertahanan udara S-200 buatan Rusia milik Suriah.
Menurut Kementerian, pasukan pertahanan udara Suriah sedang berusaha menangkal serangan dari pesawat F-16 milik Israel, ketika sistemnya tak sengaja menembak pesawat Rusia.