Chandni
26 Februari 2018•Update: 26 Februari 2018
Eshat Firat
YERUSALEM
Pemerintah Israel menyetujui izin pembangunan 350 rumah khusus Yahudi di wilayah Tepi Barat, lapor media lokal pada Minggu.
"Pemerintah Israel memberikan izin untuk permukiman baru di Gush Etzion’s Netive Ha’avot di kawasan Bethlehem, Tepi Barat," lapor surat kabar Yediot Ahronot.
Israel juga merestui pembangunan rumah sementara untuk 15 keluarga Yahudi setelah Mahkamah Agung memerintahkan mereka pindah dari properti ilegal di tanah Palestina.
Di luar itu, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu juga membuka jalan untuk studi kelayakan pembangunan 800 unit permukiman Yahudi di Nablus, Tepi Barat, lapor stasiun televisi Channel 7.
Kamis pekan lalu, pihak berwenang Israel menyetujui pembangunan ratusan unit rumah khusus Yahudi di Yerusalem Timur, menurut media Israel.
"Departemen perencanaan dan pembangunan Israel menyetujui kontruksi 3.000 unit rumah di kawasan Gilo," lapor radio Israel. "Rumah-rumah itu akan dibangun di area sekitar 252 kilometer persegi, yang sebagian besar dimiliki oleh Palestina."
Tahun lalu, stasiun Channel 10 melaporkan adanya rencana pembangunan 300.000 rumah khusus Yahudi yang termasuk dalam rencana mencaplok wilayah Tepi Barat.
Sejak 1967 hingga kini, terdapat sekitar 600.000 warga Israel yang bermukim di sekitar 100 perumahan khusus Yahudi di Tepi Barat dan Yerusalem Timur.
Palestina mengatakan kawasan itu merupakan wilayah mereka, termasuk Jalur Gaza, yang akan menjadi ibu kota Palestina di masa depan.
Hukum internasional menganggap Tepi Barat dan Yerusalem Timur sebagai "wilayah pendudukan" dan semua aktivitas pembangunan perumahan Yahudi di sana adalah ilegal.