Nani Afrida
30 Juli 2018•Update: 30 Juli 2018
Mustafa Deveci dan Turgut Alp Poyraz
JERUSALEM
Israel menolak kedatangan 90 wisatawan Turki dengan alasan bahwa mereka tidak memiliki visa, kata seorang operator tur Turki, Minggu.
Mustafa Bickioglu, perwakilan dari perusahaan Sila Tour yang berbasis di Turki, mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa polisi Israel tidak mengizinkan masuk ke warga Turki setelah mereka tiba di Bandara Ben Gurion di Tel Aviv. Para turis berencana mengunjungi Jerusalem.
Bickioglu menolak klaim kondisi visa dan mengatakan perusahaan tur itu sebenarnya telah menerima visa kolektif untuk grup tersebut.
"Israel tidak memberikan visa terpisah untuk setiap penumpang ke perusahaan wisata yang membawa turis ke Yerusalem," jelasnya. “Dokumen yang dikeluarkan oleh konsulat berfungsi sebagai visa untuk semua penumpang."
"Kami telah menerima surat visa dalam bahasa Ibrani untuk penumpang kami untuk perjalanan di tur Yerusalem kami tetapi 90 penumpang kami tidak diizinkan masuk ke Israel karena diduga tidak memiliki visa."
Dia mengatakan 15 penumpang kemudian dikirim kembali ke Istanbul sementara 33 lainnya diperkirakan akan dideportasi.
Para penumpang lainnya akan dideportasi - tergantung pada ketersediaan kursi - keesokan harinya, tambahnya.
Salah satu turis, Sumeyra Sevgulu Haciibrahimoglu, yang adalah seorang siswa berusia 23 tahun, mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa para pejabat Israel telah memperlakukan mereka sebagai buronan.
"Setelah menginterogasi beberapa teman kami di ruang pemeriksaan, kami dibawa ke ruangan yang berbeda dalam kelompok," katanya.
"Beberapa keluarga di antara kami ingin berada di ruangan yang sama tetapi polisi Israel menolak permintaan ini," tambahnya.
Haciibrahimoglu mengatakan dia pergi ke Israel untuk mengunjungi Masjid al-Aqsa di Yerusalem.