Nani Afrida
30 Juli 2018•Update: 30 Juli 2018
Islamuddin Sajid
ISLAMABAD, Pakistan
Mantan Perdana Menteri (PM) Pakistan Nawaz Sharif dipindahkan ke rumah sakit dari Penjara Adiala pada Minggu setelah ia mengeluhkan sakit di dada dan lengannya, demikian laporan media setempat.
Sebelumnya di pagi hari tim dokter melakukan pemeriksaan mantan PM ini di penjara, di mana Sharif menjalani hukuman penjara setelah terbukti terlibat kasus korupsi.
Para dokter langsung menyarankan pihak berwenang untuk memindahkannya ke rumah sakit unit perawatan jantung (CCU).
"Mantan perdana menteri sudah menjadi pasien jantung dan kondisi kesehatannya memburuk di penjara," kata Dr. Adnan Khan, dokter pribadi Sharif, kepada Anadolu Agency.
Saya telah meminta pihak berwenang untuk memindahkannya ke rumah sakit karena ia membutuhkan perawatan yang tepat, tambah Khan.
Minggu lalu, tim dokter yang melakukan pemeriksaan Sharif di Penjara Adiala mengatakan dalam laporan mereka bahwa detak jantung Sharif telah tidak teratur karena dehidrasi dan kehadiran urea di dalam darah yang dapat menyebabkan gagal ginjal akut.
Pada tanggal 6 Juli, pengadilan Pakistan menjatuhkan hukuman 10 tahun penjara kepada Sharif dan mengenakan denda 8 juta pound ($ 10.58 juta) dalam kasus korupsi terkait dengan pembelian empat apartemen mewah di London pada tahun 1993.
Putrinya Maryam Nawaz dan suaminya Safdar Awan masing-masing dihukum tujuh tahun dan satu tahun penjara.
Pihak berwenang menangkap Sharif dan putrinya di bandara Lahore setelah mereka kembali dari London dan mengirim mereka ke Penjara Adiala pada 13 Juli.