Maria Elisa Hospita
13 April 2018•Update: 13 April 2018
Maimaitiming Yilixiati
RIYADH
Sebuah pertemuan untuk persiapan Liga Arab yang dihadiri para menteri luar negeri Liga Arab digelar pada Kamis di kota Dammam, jelang pertemuan puncak Liga Arab yang rencananya akan dilaksanakan pada Minggu.
Pertemuan itu dipimpin oleh Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel al-Jubeir, yang menerima kursi kepemimpinan Liga Arab dari Menlu Yordania Ayman Safadi di hadapan Sekretaris Jenderal Liga Arab Ahmed Aboul-Gheit.
Aboul-Gheit mengatakan, berkurangnya pengaruh Arab di Suriah telah menyebabkan "dominasi kekuatan asing" dan membuka jalan bagi disintegrasi Suriah.
"Krisis di Suriah hanya dapat diselesaikan melalui solusi politik. Krisis yang melanda beberapa negara di kawasan itu telah memungkinkan campur tangan kekuatan asing yang belum pernah ada sebelumnya, yang kemudian malah memperparah dan memperpanjang krisis itu," kata Aboul-Gheit.
Kepala Liga Arab mencela "campur tangan Iran" dalam urusan Arab yang menurutnya "bertujuan untuk merusak perdamaian dan keamanan regional".
Sementara itu, Al-Jubeir mengatakan bahwa "perdamaian dan keamanan tidak akan ada [di kawasan ini] selama Iran terus-menerus mengganggu urusan dalam negeri negara-negara Arab".
"Teheran dan terorisme adalah sekutu. Hal ini tampak dari dukungan yang terus-menerus dari Teheran untuk pemberontak Houthi [Yaman]."
Al-Jubeir menambahkan bahwa baru-baru ini, lebih dari 100 rudal telah ditembakkan dari Yaman ke wilayah Saudi.
"Ekstremisme dan terorisme merupakan ancaman besar bagi negara-negara kita dan harus benar-benar ditangani," tegas Menlu Saudi.
Utusan khusus PBB Staffan de Mistura yang menghadiri pertemuan itu menyerukan "penyelidikan independen" atas dugaan serangan senjata kimia di Douma, Ghouta Timur, Suriah, pada Sabtu lalu, yang menewaskan 78 orang dan melukai ratusan orang lainnya.
Konferensi Liga Arab ke-29 akan diselenggarakan di Mamam pada Minggu.