Chandni
18 April 2018•Update: 18 April 2018
Omer Faruk Yildiz
ANKARA
Turki pada Selasa mengecam resolusi Liga Arab yang menyerukan agar Turki mengakhiri operasi militer di Afrin, Suriah.
Melalui sebuah pernyataan, juru bicara Kementerian Luar Negeri Turki Hami Aksoy mengatakan liga itu menyepelekan upaya Turki mengurangi kekerasan, menjaga proses politik di Suriah, dan menyediakan rumah bagi jutaan pengungsi Suriah.
Pada Minggu, Liga Arab meloloskan resolusi dan menghimbau agar pasukan Turki segera keluar dari Afrin, dan mengklaim langkah itu akan membantu memecahkan krisis Suriah.
Aksoy mengatakan Operasi Ranting Zaitun Turki di Afrin adalah operasi pembelaan diri terhadap organisasi-organisasi teroris yang ingin memecah belah Suriah.
Turki pada 20 Januari lalu meluncurkan Operasi Ranting Zaitun untuk membasmi teroris PYD/PKK dan Daesh dari Afrin, Suriah.
Staf Umum Turki menyatakan bahwa operasi tersebut bertujuan untuk menciptakan keamanan dan stabilitas di sepanjang perbatasan Turki dan wilayah tersebut, juga untuk melindungi masyarakat Suriah dari tekanan dan kekejaman teroris.
Operasi ini dilakukan di bawah kerangka hak Turki berdasarkan hukum internasional, keputusan Dewan Keamanan PBB, hak untuk membela diri di bawah Piagam PBB, dengan tetap menghormati integritas teritorial Suriah, kata pernyataan tersebut.
Pihak militer juga memastikan bahwa "sangat penting" supaya operasi tidak membahayakan warga sipil.
Afrin menjadi tempat persembunyian utama bagi kelompok teror PYD/PKK ketika rezim Assad di Suriah menyerahkan kota tersebut kepada kelompok teror tanpa pertempuran pada Juli 2012 silam.