Muhammad Abdullah Azzam
11 September 2018•Update: 12 September 2018
Cüneyt Karadağ, Erbil Başay
BERLIN
Menteri Luar Negeri Jerman, Heiko Maas, mengatakan, "salah satu agenda kami sekarang adalah mencegah bencana kemanusiaan di Idlib."
Dalam konferensi pers yang digelar usai melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Siprus Selatan, Nikos Christodoulides di Berlin, Maas mengungkapkan bahwa negaranya mengikuti perkembangan di Idlib dengan penuh kekhawatiran.
Maas mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan pembicaraan dengan semua pihak yang terkait.
Dalam berita lain, harian Jerman Bild, melaporkan bahwa Kementerian Pertahanan Jerman tengah menyelidiki apakah Jerman akan bergabung dengan operasi gabungan Amerika Serikat, Prancis dan Inggris menyusul kemungkinan serangan senjata kimia oleh rezim Assad.
Mengenai masalah ini, Maas mendukung pernyataan ketua Partai Sosial Demokrat mitra pemerintah, Andrea Nahles terkait partisipasi negaranya yang harus sesuai dengan konstitusi Jerman dan hukum internasional.
Juru bicara pemerintah Jerman, Stephan Seibert, mengatakan dalam konferensi pers di Berlin bahwa negaranya telah melakukan pembicaraan dengan sekutunya di AS dan mitranya di Eropa terkait situasi di Suriah.
Menurut lansiran surat kabar tersebut, Jerman tidak ingin berpartisipasi dalam spekulasi terkait isu Idlib. Seibert menekankan bahwa penugasan tentara Jerman di luar negeri harus sesuai dengan undang-undang.