Rhany Chairunissa Rufinaldo
06 November 2018•Update: 06 November 2018
Ayhan Simsek
BERLIN
Jerman berjanji untuk melanjutkan hubungan bisnis yang sah dengan Iran di bawah undang-undang Uni Eropa, meskipun Amerika Serikat (AS) telah menerapkan kembali sanksi keras terhadap Iran.
Berbicara pada konferensi pers di Berlin, Juru Bicara Pemerintah Steffen Seibert mengatakan Jerman menyesali penarikan AS dari perjanjian Gabungan Rencana Aksi Komprehensif (JCPOA), yang dikenal secara umum sebagai kesepakatan nuklir Iran.
Pada Mei, Presiden AS Donald Trump secara sepihak menarik negaranya dari perjanjian nuklir penting yang ditandatangani pada 2015 antara Iran dan kelompok negara P5+1 (lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB plus Jerman).
"Dalam koordinasi yang erat dengan mitra Eropa kami, kami memantau perkembangan dan meninjau opsi tentang cara melindungi basis ekonomi dari perjanjian ini dan melindungi perusahaan-perusahaan kami," katanya.
"Di bawah hukum Uni Eropa, bisnis yang legal dengan Iran harus terus dimungkinkan," dia menekankan.
Pada Senin, Washington mengumumkan sanksi baru yang menargetkan sektor energi, keuangan dan industri pelayaran Iran.
Lebih dari 700 individu, entitas, pesawat terbang dan kapal masuk ke dalam daftar hitam, termasuk 50 bank Iran dan anak perusahaan domestik dan asing mereka.