Rhany Chairunissa Rufinaldo
31 Maret 2021•Update: 01 April 2021
Oliver Towfigh Nia
BERLIN
Komite Tetap Jerman untuk Vaksinasi (STIKO) pada Selasa merekomendasikan bahwa vaksin AstraZeneca hanya boleh diberikan kepada warga berusia lebih dari 60 tahun.
Menurut Kantor Pers Jerman (DPA), STIKO membuat rekomendasi berdasarkan data yang tersedia saat ini tentang terjadinya efek samping terkait trombosis yang jarang tetapi sangat serius.
Efek samping ini kebanyakan terjadi pada orang yang berusia di bawah 60 tahun sekitar 4 hingga 16 hari setelah divaksinasi.
Menanggapi keputusan STIKO, Kanselir Angela Merkel mengadakan pertemuan krisis pada malam hari dengan perdana menteri dari 16 negara bagian di Jerman mengenai kelanjutan penggunaan vaksin AstraZeneca.
Komisi tersebut mengatakan akan mengumumkan pedoman tentang apa yang harus dilakukan untuk orang dewasa di bawah 60 tahun yang telah menerima dosis pertama AstraZeneca dan dijadwalkan untuk mendapatkan suntikan kedua pada akhir April.
Pihak berwenang di beberapa negara bagian Jerman telah menghentikan penggunaan vaksin AstraZeneca pada warga berusia di bawah 60 tahun untuk sementara.
Penggunaan vaksin sempat dihentikan di beberapa negara Eropa awal bulan ini karena kekhawatiran penggumpalan darah.
Setelah ditinjau oleh para ahli medis di Badan Obat Eropa yang berbasis di Brussel, sebagian besar negara Uni Eropa, termasuk Jerman, melanjutkan vaksinasi AstraZeneca pada 19 Maret.
Jerman masih tertinggal dalam program vaksinasi dibandingkan dengan negara-negara Barat lainnya, terutama AS dan Inggris.
Lebih dari 13 juta orang di negara tersebut telah menerima setidaknya satu dosis vaksin, sementara hampir 4 juta telah menerima dosis kedua.