Maria Elisa Hospita
23 Agustus 2018•Update: 24 Agustus 2018
Ayhan Simsek
BERLIN
Di tengah perselisihan antara Washington - Berlin mengenai kesepakatan nuklir Iran, Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas mengusulkan langkah-langkah untuk mengakhiri dominasi Amerika Serikat (AS)dalam keuangan global.
Dalam sebuah artikel yang ditulisnya untuk harian Handelsblatt, Maas mengecam Presiden AS Donald Trump karena menjatuhkan sanksi sepihak ke Iran, tanpa berkonsultasi dengan sekutu Uni Eropa.
"Sangat penting bahwa kami memperkuat otonomi Eropa dengan membentuk saluran pembayaran independen dari AS, dana moneter Eropa, dan sistem [pembayaran] independen SWIFT," kata dia.
Maas juga meminta mitra UE untuk mempertahankan persatuan mereka dan merealisasikan kebijakan umum terhadap AS dalam perseteruan yang sedang berlangsung karena sanksi.
“Dalam situasi ini, kami menegaskan pada Washington bahwa kami ingin bekerja sama, tetapi kami tidak akan membiarkan Anda bertindak semena-mena, apalagi dengan menggunakan dana kami," tandas Maas.
"Oleh karena itu, melindungi perusahaan-perusahaan Eropa secara sah dari sanksi adalah langkah yang tepat," kata dia lagi.
Kanselir Jerman Angela Merkel telah mendukung usulan Maas agar Eropa bersatu, sekaligus mengusulkan untuk berhati-hati dalam menemukan alternatif sistem pembayaran SWIFT yang didominasi AS.
Merkel mengakui adanya perbedaan pandangan dengan pemerintahan Trump mengenai sejumlah isu internasional, termasuk kesepakatan nuklir.
Menurut dia, sanksi AS ke Iran telah menyebabkan sejumlah masalah yang berkaitan dengan sistem SWIFT.
"Pada saat yang sama, kita tahu bahwa sistem SWIFT sangat penting, terutama dalam pendanaan terorisme," tambah Merkel saat konferensi pers di Berlin.