Muhammad Abdullah Azzam
30 April 2020•Update: 30 April 2020
Ayhan Şimşek
BERLIN
Jerman pada Rabu mengutuk serangan kelompok teroris YPG/PKK di barat laut Suriah yang menewaskan sedikitnya 40 warga sipil, termasuk 11 anak-anak.
"Kementerian Luar Negeri mengutuk keras serangan teroris yang terjadi kemarin di provinsi Afrin, Suriah," kata seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri dalam sebuah pernyataan.
Setidaknya 47 orang terluka dalam serangan di pusat kota Afrin, yang dilakukan oleh YPG/PKK menggunakan truk tanker bahan bakar yang dilengkapi bom.
Kementerian Luar Negeri Jerman kembali menyerukan untuk mengakhiri kekerasan selama bulan suci Ramadan.
"Kami mendukung seruan Utusan Khusus PBB untuk gencatan senjata yang berkelanjutan di Suriah, terutama selama bulan puasa Ramadan, dan masa krisis Covid-19," kata jubir Kemenlu Jerman.
Dia juga menggarisbawahi komitmen Berlin dalam mendukung resolusi damai untuk konflik di Suriah.
"Kami akan terus mendorong untuk mengakhiri perang, pemindahan paksa, penganiayaan oleh negara dan teror," kata dia.
Pada Januari 2018, Turki meluncurkan operasi militer besar - Operasi Ranting zaitun - untuk menyingkirkan Afrin dari kelompok-kelompok teroris.
PKK terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki serta Amerika Serikat dan Uni Eropa. Selama lebih dari 30 tahun kampanye terornya melawan Turki, lebih dari 40.000 orang, termasuk wanita, anak-anak, dan bayi terbunuh.
Sementara YPG adalah cabang PKK di Suriah.