Diyar Güldoğan
26 Agustus 2019•Update: 26 Agustus 2019
Diyar Guldogan
ANKARA
Perdana menteri Inggris bertemu kepala Dewan Eropa pada Minggu untuk membahas keluarnya Inggris dari Uni Eropa.
"Hari ini saya bertemu @eucopresident Donald Tusk di KTT # G7. Kami membahas kepergian Inggris dari UE dan masalah kebijakan luar negeri," kata Boris Johnson di Twitter tentang pertemuannya dengan Donald Tusk di sela-sela KTT G7 di Prancis.
Menurut pernyataan dari kantor Johnson, dia mengatakan kepada Tusk bahwa Inggris akan meninggalkan Uni Eropa pada 31 Oktober, "apa pun kondisinya".
Johnson juga mengatakan Inggris akan memilih untuk pergi dengan kesepakatan tetapi perjanjian penarikan saat ini tidak akan melalui Parlemen.
Dia menyebut kesepakatan itu sebagai "anti-demokrasi", menurut pernyataan itu.
"Orang-orang Irlandia Utara tidak akan memiliki suara dalam aturan yang mencakup ekonomi mereka dan itu sebenarnya akan lebih sulit bagi kita untuk keluar dari pengaturan baru daripada meninggalkan Uni Eropa sendiri," kata Johnson.
Dia menambahkan bahwa London akan bekerja dengan cara "penuh semangat dan tekad" untuk mendapatkan kesepakatan yang lebih baik dan sangat siap untuk berbicara dengan UE.
Johnson telah berulang kali menyatakan bahwa dia akan mengeluarkan Inggis dari Uni Eropa pada 31 Oktober tanpa pengecualian dan bahwa meskipun ia yakin dalam menegosiasikan kesepakatan dengan Brussels, dia juga membuat persiapan untuk Brexit yang tidak ada kesepakatan.