Chandni
13 Desember 2017•Update: 13 Desember 2017
Hasan Esen
BRUSSELS
Presiden Dewan Eropa Donald Tusk pada Selasa mengatakan kuota pengungsi yang ditetapkan persekutuan negara-negara itu "tidak efektif".
"Isu kuota wajib ini terbukti sangat kontroversial dan kebijakan ini disoroti secara tidak baik, dan bukannya dampak yang dibawanya. Dalam artian itu, kuota ini tampak tidak efektik," tulis Tusk dalam sebuah surat kepada negara-negara anggota yang dijadwalkan bertemu pada 14-15 Desember.
Komisioner Eropa untuk Migrasi, Urusan Dalam Negeri dan Kewarganegaraan Dimitris Avramopoulos mengecam komentar Tusk itu. Dia mengatakan itu "tidak bisa diterima" dan "anti-Eropa".
Dalam kesempatan terpisah di Strasbourg, Prancis Avramopoulos mengatakan surat Tusk itu "tidak menghiraukan kerja keras yang dituangkan dalam beberapa tahun terakhir".
"Surat itu mengecilkan peran prinsip solidaritas yang dianut Eropa," tambah Avramopoulos.
Dua tahun lalu, Dewan Eropa memberikan lampu hijau pada rencana relokasi pengungsi di Italia dan Yunani ke negara-negara lain. Namun sejauh ini hanya 30.000 pengungsi yang sudah diterima oleh negara-negara lain.
Selain Finlandia, Irlandia, Lithuania, Luxembourg, Malta dan Swedia, negara-negara lain bahkan belum memenuhi 50 persen kuota mereka. Polandia, Hongaria dan Ceko bahkan mentah-mentah menolak menerima pengungsi.