Hayati Nupus
27 Januari 2018•Update: 28 Januari 2018
Hayati Nupus
JAKARTA
Presiden RI Joko Widodo mengatakan nilai perdagangan Indonesia dan Pakistan meningkat signifikan sejak pemberlakuan Preferential Trade Agreement (PTA) pada 2013.
Peningkatan itu, ujar Joko Widodo, sebesar USD 1,6 miliar pada 2013 menjadi USD 2,1 miliar pada 2016.
“Saya berharap kedua negara dapat semakin mempererat hubungan dagang dengan memperdalam PTA,” ujar Joko Widodo, dalam pertemuan dengan Presiden Pakistan Mamnoon Hussain di Istana Kepresidenan Aiwan-e-Sadr, Islamabad, Pakistan, Jumat malam.
Joko Widodo mengatakan bahwa Indonesia dan Pakistan merupakan sahabat lama. Hubungan kedua negara terjalin sejak puluhan tahun lalu di masa kemerdekaan Indonesia dan bersama menginisiasi Konferensi Asia Afrika pada 1955.
Kedua negara, kata Joko Widodo, juga memiliki banyak kesamaan, di antaranya sama-sama negara berpenduduk mayoritas muslim yang menganut demokrasi.
“Saya yakin, kesamaan ini dapat mendorong kerja sama dunia Islam, mempromosikan Islam moderat serta persatuan umat, membantu perjuangan bangsa Palestina, juga meningkatkan ekonomi umat seperti sertifikasi halal dan bisnis berbasis syariah,” kata Joko Widodo.
Dalam pertemuan bilateral tersebut, Joko Widodo dihadiri Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, dan Duta Besar Republik Indonesia untuk Pakistan Iwan Suyudhie Amri.