Rhany Chairunissa Rufinaldo
26 April 2019•Update: 29 April 2019
Barry Ellsworth
TRENTON, Kanada
Kanada mengatakan akan membawa Facebook ke pengadilan untuk memberlakukan undang-undang privasi setelah raksasa media sosial itu membocorkan data pribadi ratusan ribu pengguna yang akhirnya digunakan untuk kepentingan politik.
"Jika kita pergi ke Pengadilan Federal, mereka akan dapat memerintahkan Facebook untuk mengubah praktiknya," kata komisaris privasi federal Kanada Daniel Therrien pada sebuah konferensi pers, Kamis.
Tindakan itu dipicu oleh temuan yang dirilis dalam laporan yang ditulis oleh Therrien dan komisaris privasi provinsi British Columbia Michael McEvoy.
Mereka menemukan masalah signifikan dalam praktik privasi Facebook dan ingin memberlakukan hukum yang lebih keras untuk melindungi privasi warga Kanada.
Keduanya juga merasa tidak senang terhadap sikap Facebook yang mengabaikan temuan dan saran mereka, tetapi para komisioner tidak memiliki kekuatan untuk memaksa raksasa media sosial itu untuk melakukan perubahan.
"Ini benar-benar tidak bisa diterima. Sebagai regulator, saya tidak bisa bersikeras agar Facebook bertindak secara bertanggung jawab," kata Therrien.
Laporan itu menemukan bahwa Facebook mengizinkan aplikasi, yang dapat mengakses informasi pribadi pengguna, membagikannya kepada perusahaan lain, termasuk Cambridge Analytica.
Perusahaan tersebut dituduh mengumpulkan data lebih dari 50 juta pengguna Facebook untuk membantu kampanye pemilu Presiden AS Donald Trump 2016.
Menurut laporan itu, informasi yang bocor melalui aplikasi itu sangat besar karena ada sekitar 300.000 pengguna Facebook menginstalnya, yang kemudian mengarah kepada kemungkinan bocornya 87 juta data privasi di seluruh dunia dan 600.000 orang di Kanada.
Namun, para komisioner kembali menekankan bahwa meskipun Facebook mengakui adanya pelanggaran besar terhadap kepercayaan, perusahaan itu menolak langkah-langkah yang disarankan untuk mengurangi pelanggaran hukum privasi Kanada.
"Kontradiksi antara janji Facebook untuk memperbaiki ketentuan privasi dan penolakannya untuk mengatasi masalah serius yang telah kami identifikasi - atau bahkan mengakui bahwa itu melanggar hukum - sangat memprihatinkan," kata Therrien.
Menurut McEvoy, Facebook telah berkali-kali mengatakan akan melindungi informasi pribadi pengguna, tetapi kemudian tidak mengambil tindakan apa pun dan mengabaikan langkah-langkah perlindungan.
Kedua komisaris mengatakan mereka menginginkan kekuatan sanksi yang lebih luas.
Sementara itu, McEvoy menegaskan bahwa titik awal yang baik adalah kemampuan untuk mengenakan denda yang berarti.