Rhany Chairunissa Rufinaldo
22 Agustus 2019•Update: 23 Agustus 2019
Barry Ellsworth
TRENTON, Kanada
Kanada menegaskan tidak akan mundur dalam mengutuk kekerasan di Hong Kong meskipun mendapat ancaman dari China, pada Rabu.
"Sebagai komunitas global, kita harus mengakui bahwa China adalah kekuatan yang tumbuh dan semakin tegas terhadap posisinya dalam tatanan internasional," kata Perdana Menteri Justin Trudeau dalam pidato kebijakan luar negeri di Montreal, Rabu.
“Tapi jangan salah. Kami akan selalu membela kepentingan Kanada dan warganya. Kami tidak meningkatkan, tetapi kami juga tidak mundur," tambah Trudeau.
Saat ini, ada sekitar 300.000 warga Kanada yang tinggal di Hong Kong.
Pada akhir pekan lalu, Menteri Luar Negeri Kanada Chrystia Freeland dan rekannya dari Uni Eropa Federica Mogherini mengeluarkan siaran pers bersama yang mendesak China untuk mengizinkan protes damai dan menyerukan pengendalian diri di tengah meningkatnya insiden kekerasan yang tidak dapat diterima.
Merasa tersinggung dengan pernyataan itu, China memperingatkan Kanada untuk berhenti mencampuri urusan Hong Kong.
Pernyataan Freeland dan Mogherini tentang Hong Kong juga memicu kemarahan China.
"Kami menuntut pihak Kanada untuk secara mendalam merenungkan kesalahannya, menempatkan dirinya pada posisi yang tepat, menghentikan kesalahannya sebelum terlambat dan melakukan kehati-hatian dalam kata-kata dan perbuatan dalam masalah terkait Hong Kong," kata Geng Shuang, juru bicara kementerian luar negeri China.
"Kalau tidak, itu akan menyebabkan kerusakan yang lebih besar pada hubungan bilateral kita," tambah Shuang.
Para pengunjuk rasa Hong Kong menyuarakan penolakan terhadap keputusan pemerintah setempat untuk melegalkan hukum ekstradisi.
Hukum tersebut akan memungkinkan tersangka yang melakukan kejahatan seperti pembunuhan dan pemerkosaan, dikirim ke China daratan, Taiwan, dan Makau untuk diadili.
Ketika Inggris menyerahkan kendali Hong Kong ke China pada 1997, ada ketentuan bahwa Beijing akan melaksanakan model "satu negara, dua sistem" yang memberikan penduduk Hong Kong hak-hak yang tidak tersedia untuk warga China daratan, termasuk prosedur hukum dan pengadilan yang lebih demokratis .
Usulan untuk mengekstradisi warga memicu protes yang berkembang besar dan meluas.
Hubungan China-Kanada berada pada titik terendah sepanjang masa setelah eksekutif senior Huawei Meng Wanzhou ditahan di Vancouver, Kanada, sebelum diekstradisi ke AS atas tuduhan penipuan.