Ekip
19 Juni 2021•Update: 20 Juni 2021
TEHERAN, Iran
Pemungutan suara dalam pemilihan presiden Iran telah diperpanjang dua jam dan berlanjut hingga pukul 12 malam waktu setempat, kata pihak berwenang pada Jumat malam.
Abbas-Ali Kadkhodai, juru bicara Dewan Wali, badan pemilihan tertinggi negara itu, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa jalur pemungutan suara akan tetap terbuka sampai pukul dua pagi waktu Iran.
"Dalam koordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri, selama para pemilih masih hadir, petugas di TPS wajib memfasilitasi pemungutan suara," kata dia di Twitter.
Sebelumnya, pemungutan suara diperkirakan berakhir pada 12 tengah malam waktu setempat.
Perpanjangan itu dilakukan setelah empat kandidat dalam pemilihan - kepala kehakiman Ebrahim Raeisi, mantan kepala Korps Pengawal Revolusi Islam Mohsen Rezaei, mantan bankir AbdolNaser Hemmati, dan mantan Wakil Ketua Parlemen Ghazizadeh Hashemi - dalam surat terpisah meminta kementerian untuk menjaga pos pemungutan suara tetap terbuka sampai jam 2 pagi.
Yang pertama meminta perpanjangan waktu adalah Raeisi, kandidat konservatif, yang timnya mengatakan ada penundaan di beberapa tempat pemungutan suara di pagi hari.
Sebelumnya pada hari itu, Ali Nikzad, seorang anggota parlemen senior dan kepala kampanye Raeisi, mengeluhkan ketidakberesan dalam proses pemungutan suara di pagi hari, mendesak pihak berwenang untuk mengatasi masalah tersebut.
Kemudian, tim kampanye Raeisi mengeluarkan pernyataan yang meminta tenggat waktu pemungutan suara diperpanjang untuk mengimbangi "penyimpangan pemungutan suara" di pagi hari.
Pemungutan suara telah dihentikan selama dua jam di pagi hari, menyebabkan antrian panjang di beberapa tempat pemungutan suara.
Jumlah partisipasi pemilih diperkirakan rendah hingga malam hari, dengan perkiraan tak resmi mencapai 35-40 persen.
Jumlah pemilih resmi akan diumumkan oleh petugas pemilu pada hari Sabtu.
Raeisi, yang memimpin pemungutan suara, kemungkinan besar akan mendapatkan lebih dari 50 persen suara, yang akan menentukan pemilihan pada putaran pertama, menurut para pengamat.
Hasilnya diharapkan keluar pada Sabtu sore, tetapi pemerintah yang berkuasa saat ini akan terus menjabat hingga Agustus.