18 Oktober 2017•Update: 18 Oktober 2017
Ahmet Gurhan Kartal
LONDON
Kejahatan bermotif kebencian (hate crime) di Inggris dalam 12 bulan terakhir hingga Maret 2017 tercatat ada sebanyak 80.393 kasus.
Data terakhir dari Departemen Dalam Negeri Inggris menunjukkan peningkatan kasus hingga 29 persen, dari 62.518 kasus selama 2015-2016, yang merupakan peningkatan terbesar sejak polisi mulai mendata kejahatan kebencian lima tahun lalu.
"Kenaikan tahun lalu diperkirakan bersamaan dengan referendum Uni Eropa dan juga karena adanya perbaikan pendataan kejahatan oleh polisi," kata Departemen Dalam Negeri.
Sementara itu, kejahatan kebencian terhadap agama naik 35 persen, dari 1.549 selama 2015-2016 ke 5949 kasus selama 2016-2017.
"Kejahatan kebencian terhadap ras adalah jenis yang paling umum terjadi, diikuti dengan kejahatan kebencian terhadap orientasi seksual atau disabilitas, kemudian kejahatan kebencian terhadap agama yang menempati urutan ketiga," jelas departemen tersebut.
Kejahatan kebencian melonjak tajam setelah adanya serangan teroris Westminster Bridge pada 22 Maret. Kejahatan kebencian terhadap umat Muslim juga meningkat menyusul serangan teroris lainnya pada Juni 2017 di London.
"Ada lonjakan yang signifikan dalam insiden kejahatan kebencian dan Islamofobia pasca serangan London Bridge," ujar Walikota London Sadiq Khan.
Pada Juni saja, jumlah kasus kejahatan kebencian mencapai 6.000 kasus.