Umar Farooq
WASHINGTON
Hubungan erat antara Jared Kushner, seorang penasihat senior Presiden Trump, dan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman membuat hubungan kedua negara menjadi sedemikian dekat, demikian laporan The New York Times, Sabtu.
"Hubungan antara Jared Kushner dan Mohammed bin Salman merupakan dasar dari kebijakan Trump (tidak hanya Arab Saudi tetapi juga ke kawasan itu)," Martin Indyk, seorang pejabat di Dewan Hubungan Luar Negeri, mengatakan kepada The Times.
Kushner, penasihat Presiden AS Donald Trump, dan bin Salman bertukar pesan pribadi melalui aplikasi WhatsApp, surat kabar itu melaporkan.
Mereka masih melanjutkan percakapan meski Gedung Putih memberlakukan pembatasan percakapan kepada penasihat dan menantu Trump. Percakapan percakapan berlanjut bahkan setelah pembunuhan Jamal Khashoggi.
Khashoggi, seorang wartawan dan kolumnis Saudi untuk The Washington Post, hilang setelah memasuki Konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober.
Pada awalnya etelah awalnya Arab Saudi mengatakan Khashoggi meninggalkan konsulat hidup-hidup, berminggu-minggu kemudian pemerintah Saudi mengakui dia terbunuh di sana.
Menurut The Times, Kushner telah menjadi "pembela paling penting" putra mahkota di Gedung Putih setelah pembunuhan itu.
Surat kabar itu mengatakan bahwa hubungan antara Kushner dan bin Salman, yang dipupuk selama dua tahun terakhir, telah menjadi titik fokus diplomasi Trump atas Arab Saudi.
Setelah pemilihan presiden 2016, sekelompok delegasi Saudi bertemu dengan Kushner, dan kemudian melaporkan kembali ke Riyadh bahwa Kushner telah puas dalam peran Arab Saudi dalam memerangi terorisme.
Delegasi itu mengundang Trump untuk datang ke Riyadh, dan Kushner mendorongnya segera dilaksanakan pada dalam minggu-minggu awal setelah presiden dilantik.
"Pada saat pelantikan, Kushner sudah menyatakan bahwa di bawah pengaruh Pangeran Muhammad, Arab Saudi dapat memainkan peran penting dalam memajukan kesepakatan perdamaian Timur Tengah," kata The Times, mengutip tiga orang yang akrab dengan masalah ini.
Kunjungan oleh Kushner ke Arab Saudi juga bertepatan dengan gerakan oleh bin Salman untuk mengkonsolidasikan kekuasaan di kerajaan.
Setelah Kushner mengunjungi Arab Saudi dengan Trump pada Juni 2017, bin Salman mengusir sepupunya Pangeran Mohammed bin Nayif dan menggantikannya sebagai putra mahkota.
Kemudian, beberapa hari setelah Kushner berkunjung kemudian di musim gugur, putra mahkota memenjarakan 200 anggota keluarga Kerajaan Saudi di hotel Ritz-Carlton di Riyadh.
"Setelah masing-masing bermain untuk kekuasaan, Presiden Trump secara terbuka memuji Pangeran Muhammad," kata The Times.
Kushner terus mendorong bahwa AS harus mempertahankan bin Salman, dan memastikan dia bisa menjadi kunci bagi strategi Timur Tengah pemerintahan Trump.
Kepentingan utama Kushner adalah konflik Palestina-Israel. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu adalah seorang teman keluarga untuk Kushners, The Times mencatat.
"Pendekatan awal [Bin Salman] kepada orang-orang Palestina ditolak oleh para pemimpin mereka, dan perlawanan mereka menegang setelah pemerintahan Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel tanpa menunggu perjanjian negosiasi tentang status kota," tulis The Times.
news_share_descriptionsubscription_contact

