Qais Abu Samra
12 Mei 2018•Update: 13 Mei 2018
Qais Abu Samra
RAMALLAH, Palestina
Pemukim pada Yahudi Jumat pagi membakar sebuah rumah milik keluarga Palestina, Dawabsheh, di desa Duma dekat kota Nablus, Tepi Barat, menurut saksi mata.
"Sekelompok pemukim menyerang rumah kami saat fajar, memecahkan jendela dan melemparkan bom molotov ke dalam sebelum melarikan diri dari tempat kejadian," Yasser Dawabsheh, pemilik rumah, mengatakan kepada Anadolu Agency.
"Untungnya, saya mendengar mereka sebelum mereka diserang, jadi saya bisa mengeluarkan keluarga saya dari rumah," katanya.
"Petugas pemadam kebakaran setempat bereaksi dengan cepat dan memadamkan api sebelum seluruh rumah terbakar," tambahnya.
Polisi dilaporkan sedang menyelidiki insiden itu.
Pemerintah Palestina yang berbasis di Ramallah, membuat Israel bertanggung jawab atas serangan itu.
Dalam pernyataan hari Jumat, juru bicara pemerintah Yusuf al-Mahmoud menggambarkan insiden itu sebagai "satu lagi kejahatan dalam daftar panjang pelanggaran yang mana tetap sepenuhnya Israel yang bertanggung jawab".
Dia menambahkan: "Pihak masyarakat internasional yang diam - bersama dengan dukungan Presiden AS Donald Trump mengenai pendudukan - mendorong rezim Israel untuk melanjutkan pelanggaran terhadap rakyat Palestina dan properti mereka."
Pada bulan Juli 2015, pemukim Israel membakar rumah keluarga Tepi Barat Dawabsheh dalam serangan yang jauh lebih mematikan yang merenggut nyawa Saad dan Riham Dawabsheh dan bayi mereka yang kala itu berusia 18 bulan.
Putra tertua mereka, Ahmed (6) selamat dari serangan itu, tetapi menderita luka bakar parah yang mempengaruhi mobilitas tubuhnya.
Pada saat itu, insiden tersebut memicu kemarahan internasional, dengan keluarga Dawabsheh menuduh Israel menyeret kaki mereka dalam menuntut para tersangka meski telah ada pengakuan oleh pejabat Israel bahwa mereka tahu siapa yang bertanggung jawab.