Maria Elisa Hospita
11 April 2020•Update: 13 April 2020
ANKARA
Asosiasi Dokter untuk Hak Asasi Manusia Zimbabwe (ZADHR) mengajukan gugatan ke pengadilan terhadap pemerintah yang dianggap gagal menyediakan alat pelindung diri (APD) selama pandemi virus korona.
Mereka menuntut agar pemerintah segera menyediakan APD untuk seluruh tenaga medis di Zimbabwe.
Pengacara yang mewakili ZADHR mengatakan pemerintah lamban dalam mengambil tindakan pencegahan penyebaran wabah Covid-19.
Sejauh ini, Zimbabwe sudah mengonfirmasi 11 kasus Covid-19 dan tiga kematian.
Human Rights Watch (HRW) juga mendesak pemerintah Zimbabwe untuk melindungi tenaga kesehatan dan warganya.
"Otoritas Zimbabwe tak seharusnya menunggu instruksi pengadilan. Dokter dan perawat yang bekerja di garda terdepan harus difasilitasi dengan baik," tegas HRW dalam sebuah pernyataan.
Pekan lalu, dokter dan perawat Zimbabwe menolak proposal pemerintah untuk membayar USD37 sebagai tunjangan risiko.
Virus korona, yang secara resmi dikenal sebagai Covid-19, pertama kali diidentifikasi di Wuhan, China, dan telah menyebar ke setidaknya 185 negara dan wilayah.
Pandemi ini telah merenggut lebih dari 102.668 nyawa dan menginfeksi lebih dari 1,69 juta jiwa di seluruh dunia.
Menurut data yang dihimpun oleh Johns Hopkins University di Amerika Serikat, sebanyak 376.200 pasien sudah dinyatakan pulih sejauh ini.