Rafiu Ajakaye
06 Maret 2018•Update: 06 Maret 2018
Rafiu Ajakaye
LAGOS, Nigeria
Sebuah kelompok bantuan kemanusiaan internasional pada hari Senin mengatakan telah menarik pekerja mereka dari sebuah kamp pengungsi besar di wilayah timur laut Nigeria, menyusul serangan militan Boko Haram.
"Mengikuti serangan kekerasan di Rann, negara bagian Borno, pada tanggal 1 Maret, Medecins Sans Frontieres (MSF) menangguhkan kegiatan medisnya di kota tersebut dan mengevakuasi 22 staf nasional dan internasional," sebut pernyataan resmi kelompok yang juga dikenal sebagai Doctors Without Borders.
Langkah tersebut dilakukan dua hari setelah Palang Merah Internasional mengeluarkan stafnya dari kota tersebut dengan alasan yang sama.
Sedikitnya empat pekerja bantuan dan delapan petugas keamanan tewas dalam serangan tersebut Kamis lalu.
Tahun lalu, hampir 100 orang termasuk pekerja bantuan tewas dalam serangan udara setelah Angkatan Udara Nigeria salah mengira kamp tersebut sebagai tempat mengumpulkan militan Boko Haram. Hasil atau penyelidikan terhadap kejadian tersebut tetap dirahasiakan hingga kini.
MSF mengatakan orang-orang yang kehilangan tempat tinggal di Rann - sekitar 40 ribu orang yang selama ini bergantung pada kelompok kemanusiaan - akan tetap rentan. Mereka menambahkan, keputusan untuk menarik mundur adalah langkah yang "menyakitkan".
"Meninggalkan pasien kami, termasuk 60 anak-anak, tanpa bantuan medis, adalah keputusan yang sangat menyakitkan," kata Kerri Ann Kelly, koordinator darurat MSF di Nigeria.
Pernyataan itu juga mengatakan bahwa tim MSF telah memberikan perawatan medis kepada 40ribu orang di Rann sejak Januari 2017 dan menambahkan bahwa tim mobile telah memberikan bantuan secara reguler.
Dalam tugasnya, MSF merawat orang-orang yang menderita malaria, malnutrisi dan penyakit yang terkait dengan kondisi kehidupan yang buruk.