Maria Elisa Hospita
28 Mei 2018•Update: 29 Mei 2018
Qays Abu Samra
RAMALLAH, Palestina
Kelompok Fatah Palestina pada Senin membantah kabar kematian Presiden Mahmoud Abbas.
"Semua kabar tentang kematian Presiden Abbas hanyalah rumor dari pihak yang tak bertanggung jawab," kata juru bicara Fatah Osama al-Qawasmi lewat akun Facebook-nya.
"Menurut dokter, presiden sedang dalam masa pemulihan dan keadaannya sehat," tegas dia.
Pada 20 Mei, Abbas dirawat di rumah sakit di kota Ramallah, Tepi Barat, karena menderita infeksi paru-paru.
Beberapa hari kemudian, dia kembali dirawat karena demam. Hingga hari ini, Abbas masih menjalani perawatan di departemen kardiologi rumah sakit.
Awal bulan ini, Abbas, sempat menjalani operasi telinga. Sejak itu, dia telah dirawat di rumah sakit dua kali, sehingga muncul berbagai spekulasi mengenai kesehatannya.
Abbas terpilih sebagai presiden setelah pemimpin ikonik Palestina Yasser Arafat meninggal dunia pada tahun 2004.
Dia telah mengupayakan perundingan damai dengan Israel yang didukung Amerika Serikat, namun upaya itu terhenti pada 2014, karena Israel menolak menghentikan pembangunan permukiman di wilayah Palestina yang diduduki.