Maria Elisa Hospita
24 Juni 2020•Update: 25 Juni 2020
Rabia Iclal Turan
ANKARA
Kelompok teror PKK menjadikan wilayah Uni Eropa sebagai basis untuk propaganda, perekrutan, penggalangan dana, hingga dukungan logistik.
Berdasarkan laporan terorisme tahunan Europol, PKK aktif dalam aktivitas propaganda dan pengumpulan uang di Belgia, Jerman, dan Rumania.
"Anggota dan simpatisan PKK terlibat dalam kegiatan legal maupun ilegal untuk mendukung kelompok dan afiliasinya," papar badan penegak hukum Uni Eropa itu.
Beberapa negara Eropa bahkan melaporkan kepada Europol bahwa kelompok itu juga terlibat dalam aksi kriminal yang berat dan terorganisir.
Tahun lalu, simpatisan PKK merusak masjid dan toko milik warga Turki yang tinggal di Jerman. Insiden serupa juga dilaporkan di Belgia dan Swiss.
Dalam kampanye terornya melawan Turki selama lebih dari 30 tahun, PKK - yang masuk daftar Turki, Amerika Serikat, dan UE sebagai organisasi teror - bertanggung jawab atas kematian 40.000 orang.
Laporan Europol juga menyebutkan bahwa organisasi sayap kiri DHKP-C menjadikan negara-negara Eropa sebagai basis logistik untuk mendukung operasi kelompok di Turki.
“Berdasarkan surat perintah penangkapan Eropa yang dikeluarkan oleh Yunani, Austria telah menangkap seorang anggota DKHP-C dari Turki,” ungkap Europol.
DHKP-C bertanggung jawab atas sejumlah serangan teror di Turki, termasuk serangan di Kedutaan Besar AS di Ankara pada 2013, yang menewaskan seorang penjaga keamanan Turki.