Maria Elisa Hospita
19 Mei 2019•Update: 20 Mei 2019
Mohamad Misto and Adham Kako
ANKARA
Organisasi teroris YPG / PKK yang berbasis di distrik Tel Rifat, Suriah Utara, mengusir 500 orang Arab dari jajaran mereka karena menolak berperang untuk kelompok teror itu.
YPG adalah sayap militer PYD, yang merupakan afiliasi organisasi teroris PKK di Suriah.
YPG/PYD/PKK menggunakan nama lain "SDG" sebagai kedok untuk mendapatkan dukungan Amerika Serikat. SDF sendiri mengacu pada Pasukan Demokratik Suriah yang terdiri dari orang-orang Kurdi dan Arab yang memerangi Daesh.
Saat ini, kelompok-kelompok teroris itu telah menduduki 28 persen wilayah Suriah.
Menurut sejumlah sumber, kelompok teror itu juga menyita senjata milik orang-orang Arab yang dianggap tidak mampu berperang di Tel Rifat dan daerah sekitarnya.
Sumber itu juga mengatakan YPG / PKK memecat orang-orang Arab dari kelompok itu untuk mengancam anggota Arab lainnya.
Sebelumnya, sejumlah teroris YPG / PKK berusaha menyusup ke daerah Jibrin dan Kafr Kashir di selatan distrik Azaz yang dikuasai Tentara Pembebasan Suriah (FSA) yang didukung Turki.
Selama upaya infiltrasi itu, lima pejuang FSA tewas dalam bentrokan.
Selain itu, teroris telah membakar lahan pertanian di daerah Abla dan Hazvan di distrik Al-Bab yang dikuasai FSA pada Jumat malam.
Dalam lebih dari 30 tahun kampanye terornya melawan Turki, PKK - yang terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki, AS, dan Uni Eropa - bertanggung jawab atas kematian sekitar 40.000 jiwa, termasuk perempuan dan anak-anak.
*Ditulis oleh Jeyhun Aliyev