Muhammet Kurşun
08 April 2021•Update: 09 April 2021
TEHERAN
Iran pada Rabu mengkonfirmasi bahwa sebuah kapal dagang berbendera Iran terkena ledakan di Laut Merah sehari sebelumnya.
Ledakan itu terjadi di lepas pantai Djibouti sekitar pukul 06:00 waktu setempat pada Selasa, ungkap juru bicara Kementerian Luar Negeri Saeed Khatibzadeh dalam sebuah pernyataan.
Sumber dan jenis ledakan saat ini sedang diselidiki, kata Khatibzadeh.
Jubir Kemlu Iran mengatakan ledakan itu menyebabkan kerusakan kecil tanpa ada korban tewas atau terluka di antara awak kapal.
Kapal MV Saviz, adalah kapal sipil yang dikerahkan di rute transit kapal di Laut Merah oleh Iran untuk memerangi pembajakan dan memastikan keamanan laut, ucap dia.
Khatibzadeh mengatakan kapal tersebut digunakan sebagai hub logistik kapal-kapal Iran di Laut Merah dan misi serta karakteristiknya secara resmi diberitahukan kepada Organisasi Maritim Internasional (IMO).
Beberapa laporan media pada Selasa mengatakan kapal berbendera Iran itu diserang di Laut Merah di lepas pantai Eritrea, dengan spekulasi tersebar luas bahwa Israel mungkin berada di balik serangan itu.
Laporan dari media lain sebelumnya mengungkapkan bahwa kapal pengintai intelijen Saviz, milik Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) Iran, menjadi sasaran ranjau magnet.
Serangan itu dilaporkan pada Selasa malam, beberapa jam setelah Iran mengadakan pembicaraan putaran pertama dengan negara Barat di Wina dalam upaya untuk menyelamatkan perjanjian nuklir 2015.
Ketegangan antara Iran dan musuh lamanya, Israel, telah meningkat dalam beberapa bulan terakhir, terutama setelah pemerintahan baru Presiden AS Joe Biden menyatakan kesediaannya untuk menghidupkan kembali hubungan diplomasi dengan Teheran.
Ketegangan semakin meningkat setelah Iran menuduh Israel membunuh ilmuwan nuklir terkemuka Mohsen Fakhrizadeh, setelah kedua belah pihak meningkatkan aktivitas di perairan regional itu.
Kedua belah pihak dalam banyak kesempatan belakangan ini saling menuduh dan menyerang kapal di wilayah tersebut.
Sejauh ini belum ada pernyataan resmi terkait insiden terbaru itu dari Tel Aviv.