Muhammad Abdullah Azzam
02 Juli 2018•Update: 03 Juli 2018
Nazli Yuzbasioglu
ANKARA
Turki memastikan akan mengembalikan kembali Afrin kepada warganya setelah operasi militer untuk memberantas terorisme di kawasan tersebut usai, kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Turki, Hami Aksoy, dalam siaran langsung di televisi, Senin.
Aksoy berbicara di kanal TRT News terkait kunjungan wartawan asing ke Afrin yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pers dan Informasi Publikasi Media yang terhubung dengan Kantor Perdana Menteri dan Kantor Staf Militer Turki.
Dalam kunjungan itu, sebut Aksoy, sebanyak 32 perwakilan media dari 16 negara telah mendatangi Afrin. Aksoy juga mengaku telah bertemu dengan sekitar 50 wartawan di Gerbang Perbatasan Turki-Suriah Oncupinar kemarin pagi.
Saat ini, Turki tengah menghadapi isu negatif dari operasi pemberantasan teroris di Afrin, sebut Aksoy.
"Hari ini Anda berada di sini, Anda semua melihat sendiri. Kehidupan di sini telah kembali normal. Para wanita pergi berbelanja bersama anak-anaknya. Kita lihat mereka menjalani kehidupan dengan normal. Kita tak menemukan reruntuhan di Afrin," kata Aksoy kepada para wartawan asing.
Dalam kesempatan itu, Aksoy mengatakan Turki masih akan berada di Afrin sampai program pelatihan pasukan keamanan usai dan persediaan peralatan militer terpenuhi.
Lebih dari 140.000 warga Afrin telah kembali ke kampung halamannya dan mulai menetap di rumah masing-masing. Ini, sebut Aksoy, adalah bukti bahwa situasi di Afrin telah kembali normal.
Tujuan Kementerian Luar Negeri Turki membawa para wartawan asing ke Afrin ini, lanjut Aksoy, adalah untuk memudahkan para wartawan melihat keadaan yang sebenarnya di sana.
“Sangat mudah untuk berasumsi dengan melihat dari sisi luarnya saja. Sekarang kami ingin mereka [para wartawan] melihat dengan mata mereka sendiri apa yang telah Turki lakukan di Afrin. Kami telah membersihkan teror dan sekarang kami menyerahkan Afrin kepada warga Afrin,” ujar Aksoy.