Hajer M'tiri
05 Juni 2018•Update: 05 Juni 2018
Hajer M'tiri
PARIS
Polisi Prancis pada Senin mengevakuasi hampir 1.000 pengungsi dan migran dari dua penampungan sementara di Paris, hanya beberapa hari setelah membersihkan kamp yang lebih besar.
Evakuasi itu dilakukan di tengah-tengah desakan organisasi non-pemerintah dan Balai Kota ke pemerintah untuk segera menemukan solusi yang langgeng atas masalah ini.
Operasi pada Senin dilakukan di kamp di Porte des Poissonniers, di timur laut Paris, yang menampung hampir 450 jiwa, dan kamp dekat kota Canal Saint Martin, yang merupakan rumah bagi sekitar 550 migran terutama asal Afghanistan.
Menurut pemerintah setempat, kelompok migran itu dibawa dengan bus untuk dipindahkan ke tempat penampungan sementara di dan sekitar Paris.
Kondisi kamp yang memburuk dan meningkatnya risiko keamanan dan kesehatan di sana telah menyebabkan perselisihan antara pemerintah kota dan Kementerian Dalam Negeri karena kesulitan menemukan strategi untuk menyelesaikan krisis yang berkepanjangan.
Bulan ini, dua migran tenggelam di kanal-kanal sepanjang perkemahan, sementara beberapa migran lainnya ditemukan terluka di kamp-kamp yang kotor dan penuh sesak.
Pekan lalu, polisi mengevakuasi sekitar 1.700 imigran dari salah satu kamp migran terbesar di timur laut Paris.
Awal bulan ini, Walikota Paris Anne Hidalgo telah mengimbau pemerintah untuk segera menyediakan tempat tinggal bagi para migran yang tidur dalam kondisi yang "tidak manusiawi".
Sejak 2015, Kementerian Dalam Negeri telah melakukan 36 operasi evakuasi untuk memindahkan 29.700 migran.
Banyak migran mengajukan suaka di negara-negara Uni Eropa tempat mereka pertama kali terdaftar di bawah konvensi Dublin.
Sepanjang tahun lalu, Prancis telah menerima 100.000 permohonan suaka. Hampir 14.900 migran pada akhirnya diusir paksa.