Rabia İclal Turan
17 Juni 2026•Update: 17 Juni 2026
Iran akan diizinkan segera menjual minyak dan bahan bakar berdasarkan kesepakatan yang dicapai dengan Amerika Serikat, dengan pengecualian sanksi terkait penjualan energi mulai berlaku sejak perjanjian ditandatangani, menurut laporan media yang terbit pada Selasa.
The Wall Street Journal, mengutip sumber yang mengetahui pembahasan tersebut, melaporkan bahwa ketentuan pengecualian sanksi juga mencakup layanan pendukung yang diperlukan untuk transaksi, termasuk perbankan, transportasi, dan asuransi.
Laporan itu muncul sehari setelah pejabat senior Amerika Serikat menyatakan bahwa Washington dan Teheran telah menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) untuk mengakhiri perang yang berlangsung selama empat bulan sekaligus membangun kerangka kerja yang menghubungkan langkah-langkah ekonomi, verifikasi program nuklir, dan komitmen keamanan regional.
Kelompok nirlaba United Against Nuclear Iran juga melaporkan bahwa sebuah kapal tanker super Iran yang mengangkut minyak mentah telah meninggalkan Pelabuhan Chabahar, melintasi blokade Amerika Serikat, dan pada Selasa berlayar keluar dari Teluk Oman dengan pelacak lokasinya tetap aktif.
Menanggapi laporan tersebut, seorang pejabat senior Amerika Serikat mengatakan kepada Anadolu bahwa kesepakatan antara Washington dan Teheran merupakan “perjanjian berbasis kinerja”.
“Iran hanya dapat memperoleh manfaat apa pun dari nota kesepahaman itu jika mereka mematuhi seluruh poin yang telah disepakati, termasuk tidak memiliki senjata nuklir, menetralkan material uranium yang telah diperkaya, serta tidak mengganggu kebebasan navigasi di Selat Hormuz,” kata pejabat tersebut.
Menurut pejabat AS, nota kesepahaman antara Amerika Serikat dan Iran ditandatangani secara elektronik pada Minggu.
Perjanjian itu mencakup perpanjangan penghentian pertempuran, pembukaan kembali Selat Hormuz, serta menjadi landasan bagi pembicaraan lebih lanjut mengenai program nuklir Iran yang dikaitkan dengan pelonggaran sanksi.