Anees Suheil Barghouti
24 Mei 2018•Update: 25 Mei 2018
Anees Suheil Barghouti
RAMALLAH
Otoritas Palestina (PA) berkata bahwa yang disebut-sebut sebagai "Kesepakatan Abad Ini" - yakni kesepakatan damai yang dibuat oleh AS di Timur Tengah - akan "ditakdirkan gagal tanpa dukungan penuh Palestina".
"Menciptakan perdamaian tidak butuh kesepakatan atau ide-ide, tapi kepercayaan tulus pada perdamaian sebagai jalan untuk mengakhiri konflik," kata juru bicara PA Nabil Abu Rudeina pada Rabu melalui pernyataan.
Perdamaian, ujar dia, hanya bisa dicapai melalui "penyelesaian yang adil dan komprehensif berdasarkan resolusi PBB yang menyerukan negara Palestina yang merdeka dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya".
"Ini harus menjadi awal dan akhir rencana perdamaian mana pun," ujar Abu Rudeina.
Dia menambahkan, "Usaha untuk mengelakkan posisi Palestina, baik melalui partai-partai di Palestina atau aktor-aktor regional, hanya akan menambah ketegangan di wilayah dan dunia."
Menurut laporan media Israel, Presiden AS Donald Trump telah menjanjikan untuk membuka detail "Kesepakatan Abad Ini" dalam sebulan mendatang.
Pekan lalu, AS secara resmi merelokasi kedutaan besarnya untuk Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem, yang secara efektif mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.
Perubahan dalam kebijakan AS soal Yerusalem ini memantik demonstrasi di wilayah pendudukan Palestina dan beberapa negara Muslim lainnya.
Yerusalem tetap menjadi jantung konflik Timur Tengah, dengan Palestina mengharapkan Yerusalem Timur -- yang diduduki oleh Israel sejak 1967 -- menjadi ibu kota negara Palestina yang merdeka suatu saat nanti.