Ahmed al-Masri, Zeynep Tüfekçi dan Safiye Karabacak
14 November 2017•Update: 15 November 2017
Ahmed al-Masri, Zeynep Tüfekçi dan Safiye Karabacak
RIYADH, Arab Saudi
Koalisi yang dipimpin Arab Saudi akan membuka kembali pelabuhan yang berada di bawah kendali pemerintah Yaman dalam 24 jam ke depan.
Pernyataan ini disampaikan Perwakilan Arab Saudi untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) lewat media sosialnya.
Kesepakatan ini merupakan hasil musyawarah pasukan koalisi dan pemerintah Yaman, untuk mengirimkan bantuan kemanusiaan dan barang dagang.
Langkah awal proses ini adalah pembukaan pelabuhan-pelabuhan di wilayah Aden, Al- Mukalla dan Mocha.
Keputusan ini disebutkan bertujuan untuk meringankan masalah yang ditanggung rakyat Yaman.
Koalisi pasukan juga meminta Sekjen PBB Antonio Guterres untuk mengirimkan delegasi ahli ke Pusat Manajemen Pasukan Koalisi di Riyadh secepatnya, untuk membahas mekanisme inspeksi dan kontrol pelabuhan yang berada di bawah kendali Houthi.
Pasukan koalisi menyatakan siap bekerja sama dengan perwakilan PBB untuk Yaman Vild Sheikh Ahmed, untuk membuat persiapan baru pemerintahan Bandara Sana’a, kota Hudaydah dan Pelabuhan Hudaydah, serta meningkatkan bantuan kemanusiaan dan perdagangan.
Pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi memutuskan untuk menutup jalur perbatasan darat, laut dan udara di Yaman, pasca penembakan rudal balistik oleh Houthi ke Arab Saudi pada Sabtu, 4 November lalu.
Sebelumnya Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk urusan kemanusiaan Mark Lowcock memperingatkan akan terjadi kelaparan terbesar di dunia jika Arab Saudi tidak mencabut blokade yang diterapkan dengan menutup seluruh bandara dan pelabuhan.