Chandni
14 Mei 2018•Update: 14 Mei 2018
Murad Erifi
SANAA
Koalisi pimpinan Saudi yang memerangi pemberontak Houthi di Yaman pada Senin meluncurkan operasi militer baru dengan tujuan merebut kembali kota al-Hodeidah di barat Yaman.
Brigadir Abdul Salaam Al Shehi mengatakan operasi itu "membangun momentum militer dan kemajuan yang dicapai di barat provinsi Taiz", menurut kantor berita resmi WAM di UEA.
Dia mengatakan pasukan koalisi sedang bersiap-siap melakukan "operasi mendadak dan kualitatif terhadap milisi Houthi."
Operasi itu "bertujuan membebaskan dan mengamankan pesisir barat dan membuka blokade di kota dan pelabuhan al-Hodeidah", lanjutnya.
Sebelumnya pada hari yang sama, seorang sumber militer Yaman mengatakan pasukan pemerintah merebut pelabuhan Al-Hayma di provinsi al-Hodeidah dengan dukungan pasukan udara dari koalisi Saudi.
Sumber yang tidak ingin menggunakan namanya itu, mengatakan beberapa pemberontak Houthi tewas dalam serangan itu.
Tidak ada komentar dari kelompok Syiah Houthi tentang klaim tersebut.
Yaman menghadapi kekerasan sejak 2014, ketika pemberontak Houthi menguasai sebagian besar negara itu. Konflik meningkat pada tahun 2015 ketika Arab Saudi dan sekutunya meluncurkan kampanye udara besar-besaran yang bertujuan merebut negara itu dari cengkeraman Houthi.
Kekerasan yang sedang berlangsung menghancurkan layanan dasar, termasuk sistem air dan sanitasi, sehingga PBB menggambarkan situasi di Yaman sebagai salah satu "bencana kemanusiaan terburuk di dunia pada era modern".