Maria Elisa Hospita
14 Mei 2018•Update: 14 Mei 2018
Hacer Baser
ADEN, Yaman
Sebuah kesepakatan telah dicapai antara pemerintah Yaman dan Uni Emirat Arab (UEA) untuk menarik pasukan UEA dari Pulau Socotra yang strategis, kata kantor berita Yaman, Saba.
Ketegangan telah meliputi hubungan Yaman dan UEA dalam beberapa hari terakhir, ketika UEA mengirim pasukan militer ke Socotra tanpa berkoordinasi terlebih dahulu dengan pemerintah Yaman, yang sejak 2015 berbasis di kota Aden.
Pemerintah Yaman mengatakan, pasukan UEA telah menguasai bandara dan pelabuhan Socotra sesaat setelah mereka dikerahkan.
Pada Minggu, Perdana Menteri Yaman Ahmed Obeid bin Daghr bertemu dengan komite gabungan Saudi-Yaman yang bertugas mengurangi ketegangan antara pemerintah Yaman dan UEA akibat permasalahan Socotra.
"Bin Daghr meninjau implementasi perjanjian untuk penarikan pasukan UEA dari Socotra, penghapusan ketegangan, dan mekanisme untuk memastikan bahwa militer di bandara dan pelabuhan Socotra akan kembali," kata Saba.
Menurut kantor berita, kesepakatan itu bertujuan untuk mewujudkan kembali kehidupan normal di pulau itu dan melanjutkan upaya bantuan dengan dukungan Arab Saudi.
"Koalisi Arab yang dipimpin Saudi adalah katup pengaman dunia Arab dan akan tetap kuat dan kohesif untuk melindungi keamanan dan stabilitasnya," ujar bin Daghr seperti dilansir oleh Saba.
"Kami akan bekerja sama melawan kudeta Houthi dan agenda Iran yang mengancam keamanan Yaman, dunia Arab dan seluruh wilayah," tegas dia.
Perdana Menteri Yaman juga mengapresiasi mediasi Saudi untuk meredakan ketegangan karena Pulau Socotra dan dukungan UEA terhadap pemberontak Houthi.
Pada 2015, Arab Saudi dan sekutu Sunni-Arabnya melancarkan kampanye militer besar-besaran terhadap para pemberontak, yang menguasai sebagian besar wilayah Yaman, termasuk ibu kota Sanaa setahun sebelumnya.